WIZARAH ASH-SHIHAH KHILAFATUL MUSLIMIN ADAKAN TERAPI AL-FASHDU

oleh -2.161 dilihat

Al-fashdu adalah pengobatan yang dilakukan dengan mengeluarkan darah dari pembuluh darah vena balik yang dipilih titiknya sesuai dengan keluhan dimana sakit yang dirasakan.  Pengobatan semacam ini telah jauh ada dan dicontohkan sejak zaman Rasulullaah Shalallahu Alaihi Wasallam. Sebagaimana tetera di dalam Shohih Bukhori,  Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda; “Khoyro maa tadaa waytum bihil hijaamatu wal fashdu” Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah hijamah dan fashdu.

Pada Jum’at, 18 Shafar 1438 H (18/11/2016) Wizarah Ash-Shihah Khilafatul Muslimin Ustadz Abu Qayyim mengadakan terapi Al-fashdu terhadap para Mudarris PPUI Bekasi serta sejumlah warga Khilafatul Muslimin Wilayah Bekasi Raya yang sebagian dari mereka ada yang sedang menderita sakit.

Selain memberikan terapi dan pengobatan penyakit kepada beberapa pasien kegiatan ini banyak meberikan pembelajaran langsung mengenai al-fashdu. Yang biasanya setiap hari Jum’at ustadz Abu Qayyim selalu memberikan kuliah dalam Daurah Kesehatan yang diadakan rutin di PPUI Bekasi.

Menurut Abu Qayyim, pengobatan al-fashdu adalah pengobatan yang lebih efektif dan cepat bila dibandingkan dengan pengobatan bekam.

Selain itu pria yang juga alumni angkatan pertama PPUI Bekasi ini menjelaskan al-fashdu ini merupakan ibadah sunnah Rasulullaah Shalallahu Alaihi wa Sallam yang kurang diminati, karena kurangnya orang yang bisa dalam masalah al-fashdu, dengan cara semacam ini bisa mensosialisasikannya kepada ummat.

“Al-fashdu ini tidak bisa sembarangan orang untuk melakukannya, Ia perlu keilmuan tentang ketabiban yang sudah mahir, kemudian baru ia bisa belajar al-fashdu, karena kalau tidak akan membahayakan bagi si pasien itu sendiri.” Ungkapnya menegaskan saat ditemuai disela-sela terapi yang dilakukan di kantor sekretariat PPUI Bekasi.

Selain itu ada beberapa pemaparan dari sejumlah pasien yang telah merasakan terapi al-fashdu, yang ditemui setelah melakukan terapi al-fashdu tersebut saja Ustadz Hasan Al-Banna.

“Pengobatan ini lebih enak dibandingkan dengan pengobatan bekam, karena sakit tusukan jarumnya hanya sedikit, berbeda dengan bekam yang lebih banyak.”

Sebanyak dua belas pasien yang telah mendapatkan terapi al-fashdu mereka mengaku baru pertama kali ini merasakan terapi alfashdu ini.

Laporan Muhammad Firdaus