SEDERHANA NAMUN MERIAH, HAFLAH IMTIHAN SEMESTER GASAL PPUI BEKASI

oleh -2.578 dilihat

Dengan kesederhanaan panggung yang apa adanya, serta dekorasi yang terbuat hanya dari selembar banner berukuran 4 x 2,5 meter di dalam ruangan terbatas masjid Al-Khilafah. Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI) Bekasi pada tengah semester ini kembali mengadakan acara haflah Imtihan atau perayaan setelah ujian yang dihadiri oleh seluruh santri dari semua tingkatan yang ada serta sejumlah mudarris dan beberapa undangan yang terdiri dari wali santri dan warga Khilafatul Muslimin Wilayah Bekasi Raya. Rabu, 28 Rabiul Awwal 1438 H (28/12/2016). Namun acara yang dikemas dengan kesederhanaan ini merupakan rentetan acara yang penting bagi para santri dan semua unsur yang terkait dengannya.

Sejak pukul 08.30 WIB acara yang dipandu oleh ustadz Yayan Sopian ini dibuka dan diawali dengan pembacaan kalam ilaahi oleh santri Mujahidin Hasan Al-Ghazy yang memiliki suara yang merdu dengan langgam yang enak untuk didengarkan.

Kemudian ada beberapa sambutan yang disampaikan oleh sejumlah pengurus yang terkait dengan acara haflah imtihan ini, diantaranya dari Amir Wilayah Bekasi Raya Ustadz Wuri Handoyo, selaku yang bertangungjawab dalam membantu perkembangan PPUI Bekasi. Dalam kesempatan ini ia menyampaikan.

“Pondok Pesantren kita ini merupakan perwujudan ibadah kita kepada Allah dalam hal pendidikan dan perlu kita yakni bahwa Pendidikan Islam Berbasis Khilafah ini  suatu hal yang dimaui oleh sistem khilafah itu sendiri. Mengingat di era sekarang ini banyak pendidikan yang katanya pendidikan Islam orientasinya bukan untuk iqomatuddin akan tetapi oreantasi mereka adalah untuk kepentingan yang bersifat duniawi belaka. Namun berbeda dengan kita, santri yang dididik di sini diarahkan untuk menjadi generasi pengusung khilafah dan penegak iqomatuddin.” paparnya dengan gamblang.

Senada dengan yang disampaikan oleh Amir wilayah Bekasi Raya, Murobbi PPUI ustadz Suhendar Bin Amar memaparkan. “Setelah pondok pesantren ini memberlakukan kurikulum Pendidikan Islam berbasis Khilafah, harapannya generasi lulusannya menjadi para penegak Khilafah.” Ungkapnya dengan semangat yang menggebu dan meyakinkan.

Sambutan berikutnya dari Mudir Madrasah Khalifah Utsman Bin Affan Ustadz Muhammad Sulthan yang menginformasikan terkait perkembangan pembelajaran di madrasahnya, “Terkait masalah tahsin Al-Qur’an atau perbaikan bacaan Al-Qur’an kami terlah berusaha semaksimal mungkin dengan beberapa langkah yang telah kami lakukan di antaranya mengadakan pembelajaran khusus melalui skype dengan para masayaikh yang ada di Timur Tengah sana dan sudah berjalan kurang lebih dua bulan dan alhamdulillah sudah ada perkembangan yang positif.” Ungkap ustadz muda yang baru dikaruniai satu orang anak ini.

Lain halnya dengan sambuatan sebelumnya yang lebih banyak memaparkan informasi perkembangan pendidikan, Mudir Madrasah Khalifah Umar Bin Khoththob Ustadz Syarif Iswandi lebih fokus kepada penyampaian tausiyah dengan menyitir QS. An-Nisa ayat 9 ia menjelaskan, “Berdasarkan ayat tadi semestinya kita takut jika dikemudian hari meninggalkan generasi dalam keadaan yang lemah. Lemah dalam ekonomi, lemah dalam ilmu, lemah dalam semangat, lemah dalam jihad, lemah semuanya. Itu yang harus kita khawatirkan. Oleh karena itu, kita ini harus ada upaya real yang dilakukan agar kita tidak meninggalkan generasi masa depan ini dalam keadaan lemah. Berkaitan dengan kondisi kita saat ini, mari kita saling bekerjasama, saling berkomunikasi aktif, untuk saling bersinergi antara orang tua dan pengurus. Tidak saling mengandalkan, tidak saling menuntut, tetapi sebaliknya harus saling memahami. Sama-sama melaksanakan kewajiban masing-masing secara proporsional.” Ungkapnya dengan runtut dan jelas.

Yang terakhir sambutan dari dari Mudir Madrasah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq Ustadz Syahrul Muhammad Ja’far. Ia menyampai terkait sejumlah program yang berjalan di madrasah MKABA serta beberapa hal yang menjadi kendalanya.

Ada hal yang menarik dalam acara haflah imtihan kali ini pasalnya selain menyuguhkan hal-hal peting yang disampaikan oleh para pengurus pondok ada pula penampilan yang ditunjukan oleh para santri. Dan yang pertama tampil di atas panggung dengan background warna merah ini adalah santri yang bernama Fathir Ibnu Subhan dengan hafalan QS. Al-Baqarah ayat 12 sampai dengan ayat 76. Bacaan yang fasih dan lacar pun dibuktikannya di hadapan para para wali santri yang hadir. Luar biasa, decak kagum pun mengiringi lantunan hafalan santri kelas tiga MKUBA tersebut.

Setelah waktu bergulir dan acarapun sudah setengah jalan, akhirnya sampailah pada acara yang ditunggu-tunggu oleh para santri yakni pengumuman para juara untuk tampil ke atas panggung. Dengan dipandu oleh wali kelas masing-masing dari setiap kelas. Dengan wajar sumringah satu demi satu sang pemenangpun tampil dihadapan para hadirin. Dan semakin nampak keceriaan ketika mereka mendapatkan piagam dan hadiah yang dianugrahkan kepadanya.

Setelah acara penganugrahan piagam dan hadiah bagi para santri yang berprestasi yang cukup menegangkan, acara beranjak para hadirin untuk menyaksikan penampilan yang kedua dari salah seorang santri Madrasah Khalifah Umar Bin Khaththab, Faqih Jihad As-Subhani santri kelas 2 MKUBK, yang naik ke atas panggung untuk dites langsung hafalan Al-Qur’an Juz 9 oleh hadirin. Dan ketika ditawarkan oleh pembawa acara, ada salah seorang yang hadir bersedia untuk mengetes, Bapak Ahmad Abdul Aziz. Luar biasa selama pengetesan santri yang berasal dari Cikampek tersebut mampu melanjutkan dan menyelesaikannya dengan lancar.

Selain pembagian hadiah untuk para juara yang berprestasi dalam bidang kurikuler, adapula hadiah yang diberikan untuk para santri yang berprestasi dalam perlombaan class meeting yang disampaikan dengan gaya cukup menghibur oleh bagian kesantrian Ustadz Fiqih Nurbianto. Para hadirin selama menyaksikan pembagian hadiah ini banyak yang tertawa lepas menyaksikan gaya bicara pria yang dikaruniai 3 orang anak tersebut yang ternyata disisi keseriusannya punya selera humor yang tinggi.

Setelah pembagian hadiah class meeting para hadirin kembali disuguhkan dengan penampilan para santri kelas akhir Madrasah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq yang menampilkan ilmu kanoragan Beladiri Lebah Putih yang cukup menyita perhatian, pasalnya para santri ini tampil dengan adu ketangkasan fighting. Tidak tanggung-tanggung para santri yang tahun depan akan melanjutkan ke Al-Jaami’ah ini menujukan kemapuannya dalam memecahkan botol dengan tangan kosong. Lagi-lagi para hadirin berdecak kagum yang dilanjutkan dengan tertawa lepas, pasalnya ada salah seorang dari yang memecahkan botol tersebut gagal karena diperkirakan salah tehnik.

Sebelum acara ditutup pembawa acara menunjuk salah seorang wali santri naik ke atas panggung untuk memberikan kesan dan pesan. Selanjutnya acarapun ditutup dengan do’a yang dibacakan oleh ustadz Hamzah Sat tepat saat adzan berkumandang.

Laporan : Muhammad Firdaus, PPUI Bekasi