PPUI ACEH KERJA SAMA DENGAN WALI SANTRI UNTUK TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN

oleh -1.993 dilihat

Jum’at 07 Rabi’uts Tsani 1438 H Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI) Aceh mengadakan musyawarah dan silaturahim bersama wali santri dalam rangka untuk meningkatkan kerja sama dan kualitas pendidikan Islam berbasis khilafah khususnya di Aceh. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB itu diawali oleh sambutan murabbi Ustadz Teja Mukti yang menyampaikan kondisi umat Islam saat ini dan pentingnya memilih pendidikan yang benar.

“Saat ini umat Islam sedang menghadapi peperangan sengit, sebuah peperangan yang tidak lagi menggunakan senjata konvensional tetapi mengunakan pemikiran dan ideologi atau yang kita kenal dengan nama Ghazwul Fikri. Dan pada masa ini ghazwul fikri sudah memasuki hampir semua lini dalam kehidupan kita.” paparnya mengawali sambutannya.

Kemudian lebih lanjut ia menjelaskan, dari aspek ekonomi, hampir semua perekonomian saat ini mengandung riba. dari aspek pergaulan, dengan berkedok modernisasi generasi muda Islam semakin dijauhkan dengan ajaran Islam. Begitu juga dengan pendidikan, jangankan pendidikan umum pendidikan yang berlabel Islam saja tidak menggambarkan Islam selain hanya ibadah ritual semata.

Saat ini ketika kita menyeru atau mengajak saudara kita seringkali mereka menolak dengan jawaban bahwa Khilafah yang ada saat ini belum sempurna, lantas apa bedanya dengan kita jika saat ini banyak diantara kita yang juga enggan untuk menyekolahkan putra atau putrinya untuk bersekolah di pondok Khilafah dengan alasan yang sama pendidikan belum sempurna, bangunannya baru apa adanya, para gurunya masih terlalu muda dan lain sebagainya?

Untuk mengajak lebih logis lagi dalam berfikir ia menyelipkan analogi dalam tausiyahnya kali ini, “Sebagian yang lain berargumen bahwa dulu juga kita tidak sekolah di pondok Khilafah tapi, sekarang bisa masuk Khilafah juga. Ya itu rizqi buat bapak atau ibu tapi siapa yang menjamin kelak anak kita akan menjadi seperti kita?. Yang kita bina dari awal saja belum tentu berhasil apalagi yang tidak, kalau kita mau menanam jagung maka yang kita tanam tentunya harus jagung kalau yang kita tanam singkong jangan berharap jadi jagung kalau ingin anak kita menjadi mujahid tentunya pelajaran atau pendidikan yang diberikan harus pendidikan yang membentuk karakter seorang mujahid bukan pendidikan yang membentuk mental penentang Islam.” Tegasnya tanpa tedeng aling-aling.

terakhir sebagai kesimpulkan ia mengajak kepada para wali santri untuk lebih yakin dan percaya kepada pendidikan khilafah yang sedang digalakan di wilayah Aceh ini. “Islam diturunkan di Makkah, suatu tempat yang berada di antara dua imperium yang berjaya pada saat itu yaitu Persia dan Romawi, tapi tidak pernah didapati dalam sejarah kalau Rasulullah memerintahkan kepada para sahabat agar anaknya belajar ke dua imperium itu. Maka dari sini marilah kita bersama bangun pondok kita ini kalau bukan kita, lantas siapa lagi?”

Kemudian setelah sambutan murabbi Ustadz Megah Miko selaku Amir Wilayah Sumatra Utara yang pada kesempatan tersebut turut hadir memberikan nasihat kepada seluruh wali santri,  agar untuk kedepannya lebih meningkatkan kedisiplinan dan juga senantiasa memberikan motivasi dan dukungannya baik secara moril dan materil.

Acara tersebut berjalan dengan lancar yang di dalamnya terjadi tanya jawab, masukan dan pemecahan masalah yang selama menjadi kendala dalam perjalanan pondok seperti air dan listrik sampai acara ditutup pada pukul 16.00 WIB.

Laporan : Abdullah Hasan Mujaddid