PERAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN DALAM MENCETAK GENERASI RABBANI

oleh -162 views
Generasi Rabbani
Santri PPUI Bekasi sedang Menghafal Al-Qur'an

Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman:

 وَلْيَخْشَ اْلَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْامِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَةً ضِعَفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوْاللّٰه وَلْيَقُوْلُ قَوْلاً سَدِيْدًا 

“Dan hendaklah mereka takut kepada Allah, yang sekiranya mereka meninggalkan dibelakang mereka anak-anak (keturunan) yang lemah yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Maka bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah berkata dengan tutur kata yang benar.” (QS. An Nisaa [4]:9)

Makna Generasi Rabbani

Kata Rabbani sering dipakai dalam menggambarkan sebuah generasi yang maju dengan kecerdasan akal, agama, intelektual, seni keterampilan hidup dan lain sebagainya. Jika ditinjau dari segi bahasa, Ibnu Anbari menjelaskan bahwa kata “Rabbani” diambil dari akar kata “Rabb” yang artinya sang Pencipta dan Sang Pengatur makhluk, yaitu Allah. Kemudian diberi imbuhan alif dan nun (Rabb+alif+nun = Rabbani) untuk memberikan makna hiperbol. Dengan imbuhan ini, makna bahasa Rabbani adalah orang yang memiliki sifat yang sangat sesuai dengan apa yang Allah Subhaanahu Wa Ta’ala harapkan. 

Membangun Generasi Rabbani

Semenjak keruntuhan Khilafah Islamiyyah yang berpusat di Turki tahun 1924 M, kemerosotan peradaban dan akhlak Islamiyyah dikalangan ummat semakin menjadi-jadi. Kemaksiatan dan kemungkaran merajalela yang mengakibatkan terjadinya talbisul haqqa bil bathil (mencampur aduk antara kebenaran dengan kebathilan) dan bahkan kitmanul haqqo (menyembunyikan kebenaran) pun sudah menjadi hal yang lumrah baik dikalangan ulama, ‘umara maupun ummat. Dampak dari itu semua terpampang didepan mata kita, yaitu mengorbitnya generasi yang tidak takut terhadap adzab dan dosa, sekalipun akbarul kabaa’ir. Terlepas dari itu semua, usaha-usaha kearah pembangunan kembali generasi Rabbani merupakan kewajiban yang tidak terelakan. Karena hal yang sangat mendesak untuk segera dilaksanakan adalah mencetak generasi yang bisa diberi amanah untuk menjadikan Islam kembali jaya sebagaimana kemenangan yang pernah ditorehkan dalam sejarah. Maka secara global peran lingkungan pendidikan menjadi aspek yang sangat penting, diantaranya : 

1. Rumah

Pada dasarnya rumah adalah benteng utama tempat anak-anak dibesarkan. Dimana pengetahuan awal anak bermula dari orang tua yang secara tidak langsung memberikan berbagai pengetahuan dasar, walaupun tidak sistematis. Pengetahuan itu diperoleh anak melalui berbagai cara. Diantaranya, melalui peniruan, pengulangan atau pembiasaan. Karena rumah menjadi lingkungan pendidikan pertama anak, maka orang tua adalah guru pertama bagi anak, terkhusus ibu yang sangat urgen dan berpengaruh dalam pendidikan anak. Ulama terdahulu menyatakan dalam bait syairnya:

 الأُمُ مَدْرَسَةُ الْأُوْلَى, إِذَا أَعْدَدْتَهَا أَعْدَدْتَ شَعْباًطَيِّبَ الْأعْرَاقِ 

“Ibu adalah madrasah yang pertama, jika kamu menyiapkannya, berarti kamu menyiapkan lahirnya sebuah generasi yang baik budi pekertinya”

BACA JUGA : SAMBUT MASA LIBUR ANAK, WUJUDKAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN YANG MENYENANGKAN DI RUMAH

Ibu berperan menjadi pendidik bagi anak-anaknya, pengajaran dari rumah dapat membetuk karakter, akhlak, kebiasaan serta mau jadi apa anak dimasa yang akan datang. Maka mengajarkan generasi hebat adalah karya pendidikan keluarga yang sukses dari seorang ibu. Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman dalam surat At-Tahrim: 6 yang berbunyi:

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ 

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” 

2. Sekolah 

Dalam perkembangannya, sekolah adalah ranah kedua setelah rumah yang akan membangun karakter anak didik. Dimana pondok pesantren adalah salah satu lingkungan pendidikan yang menjadi sebuah lembaga yang berperan dalam membentuk iman, ilmu serta amal. Dalam perjalanan sistem Khilafah yang sudah dibentuk sejak tahun 1997 M ini, Khalifah/ Amirul Mu’minin mewujudkan serta membangun lembaga pendidikan Islam berbasis Khilafah. Karena dalam menegakkan Islam ditengah-tengah masyarakat yang sudah mengesampingkan ajaran Islam dibutuhkan kader-kader generasi yang siap mengemban misi tersebut. Sehingga dengan adanya lembaga pendidikan ini juga akan membawa kebaikan untuk generasi yang akan datang. Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman dalam surah Ali Imran [3]: 185 

فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُوْرِ. 

“Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga, sungguh dia memperoleh kemenangan, kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”

BACA JUGA : URGENSI PENDIDIKAN GENERASI PELANJUT, BAGAIMANA KHILAFATUL MUSLIMIN MEMBERIKAN SOLUSI?

Maka terkait hal ini, Rois Majlis Tarbiyyah Wat Ta’lim Pusat Khilafatul Muslimin, Ustadz Ahmad Shobirin memaparkan “Pendidikan yang sekarang banyak di negeri ini dan negeri Islam lainnya, mulai dari taman kanak-kanak (TK) sampai ke tingkat Perguruan Tinggi (PT), kesemuanya disadari atau tidak hanya merembeskan faham-faham pengaburan akan makna pendidikan Islam yang sebenarnya. Jadi sekarang ini yang menjadi harapan kaum Muslimin adalah bagaimana pendidikan Khilafah yang berlebelkan Islam ini mampu menjawab suramnya kabut pendidikan Islam dan mampu menyadarkan kaum Muslimin dari keterlalaiannya”. Maka mencari lembaga pendidikan yang mampu mencetak kader generasi Rabbani di zaman yang penuh tipu daya ini sangat sulit. Sehingga orang tua harus benar-benar mencarikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Segala puji bagi Allah, dengan adanya lembaga pendidikan berbasis Khilafah ini menjadi solusi bagi kaum Muslimin terkhusus warga Khilafah dengan kemampuannya yang mulai terbukti mendidik generasi Rabbani yang bebas dari berbagai faham yang bertentangan dengan Islam, seperti sekularisme dan lainnya.

Illustrasi Generasi Rabbani

BACA JUGA : POTRET PPUI SIAPKAN GENERASI PEJUANG

3. Masyarakat 

Dalam proses belajar mengajar, seseorang sudah semestinya akan merasakan kehidupan bermasyarakat. Dan sebenarnya masyarakat atau orang-orang yang ada disekitarnya sebenarnya mampu membentuk atau bahkan merubah karakter anak. Banyak anak-anak yang hidup di lingkungan masyarakat yang baik, terbawa menjadi baik dengan suasana yang sehari-hari ia rasakan, ia temui dan lihat. Sebaliknya ketika lingkungan yang didapati adalah lingkungan yang tidak sehat maka lambat laun anak akan terbawa dengan kebiasaan-kebiasaan yang ia dapati buruk itu. Maka, penting mendidik anak dengan didikan Islam, sehingga ketika ia temui lingkungan masyarakat yang tidak baik ia bukan terwarnai dengan lingkungannya akan tetapi lingkungannya yang yang terwarnai dengan generasi-generasi Rabbani ini. Imam Al-Zarnuji dalam karyanya yang terkenal, “Ta’lim Muta’allim” menyatakan bahwa syarat keberhasilan pendidikan harus ada kesungguhan dari tiga subjek yang saling berkaitan. Yaitu anak, guru dan orang tua jika masih ada. Dengan demikian, jika salah satunya tidak menjalankan tugasnya dengan baik maka hasil akhir dari pendidikan itu hanyalah kegagalan. Wallahu a’lam! (FFS)

Oleh: Fathum Fadhil Syamlan (Alumni Al Jaami’ah Al Islamiyyah, Mapin, Sumbawa, NTB.)