KHUTBATUL WADA PPUI BEKASI DIHADIRI KHALIFAH / AMIRUL MU’MININ

oleh -2.090 dilihat

Khutbah perpisahan atau biasa dikenal dengan istilah Khutbatul Wada’ bagi kelas akhir santri Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI) Bekasi adalah suatu agenda yang baku yang biasa dilaksanakan setiap akhir tahun pembelajaran, sebagai mana tahun ini yang dilaksanakan tepatnya pada Ahad, 24 Sya’ban 1438 H. (21/05/2017). Suasana yang terasa begitu berbeda dari acara yang lain, pasalnya pada acara khutbah wada kali ini dihadiri langsung oleh Khalifah / Amirul Mu’minin Syaikh Abdul Qadir Hasan Baraja’.

Momentum yang jarang terjadi ini dimanfaatkan oleh warga Khilafatul Muslimin di wilayah sekitar untuk bisa bertemu langsung dengan Khalifah / Amirul Mu’minin, sehingga tidak heran para hadiri yang hadir lebih banyak dari acara biasanya.

Khalifah / Amirul Mu’minin yang didampingi dua putri beliau yakni Mbak Shafa dan Ummu Jabbir hadir sejak Sabtu sore di PPUI Bekasi yang diantar langsung dari Kota Teluk Betung oleh dua anggota Perguruan Beladiri Lebah Putih cabang Bandar Lampung dengan mengendarai kendaraan minibus AVANZA putih hingga sampai di PPUI Bekasi.

Dalam acara Khutbah Wada yang di mulai dari pukul 08.00 – 11.30 WIB Khalifah oleh pembawa acara ustadz Yayan Sopian, diberikan kesempatan untuk memberikan hadiah kepada sejumlah santri yang berprestasi dan memberikan surat tanda kelulusan bagi santri kelas akhir yang lulus dari Madrasah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Kemudian setelah itu beliau menyampaikan materi dalam acara inti Khutbatul Wada’ di hadapan para santri kelas akhir dan semua hadirin yang hadir di masjid Al-Khilafah PPUI Bekasi.

Ada beberapa inti dari tausiyah yang beliau sampaikan yang berhasil kami kutip diantaranya yang berkaitan dengan usia menghafal dalam pendidikan Islam berbasis Khilafah Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah diantaranya :

“Di dalam sistem pendidikan Islam Berbasis Khilafah penekanan dalam menghafal Al-Qur’an adalah pada usia 1 sampai 15 tahun. Di luar usia itu tidak ada keharusan untuk menghafalnya. Tetapi jika usianya sudah mencapai 16 tahun ke atas mereka berkewajiban untuk mengamalkan Al-Qur’an. Karena orang yang masuk syurga itu bukan karena banyaknya hafalan qur’ annya akan tetapi yang masuk syurga itu adalah yang mengamalkan Al-Qur’an.”

Selanjutnya para hadirin diberikan kesempatan untuk bertanya kepada khalifah berkaitan materi yang telah beliau sampaikan.

Dalam sesi tanya jawab ini ada satu hal yang menarik, pasalnya ibu-ibu yang bertanya terfokus kepada masalah yang berkaitan dengan poligami sehingga mengundang reaksi yang luar biasa dari ibu-ibu yang hadir, dengan bijak dan logis serta sesuai sunnah khalifah memberikan jawaban sehingga menyejukan semuanya.

Tepat pukul 11.30 WIB acara di tutup dengan pembacaan doa khusyu langsung oleh Khalifah yang diaamiinkan oleh para hadirin yang menyimak dengan sungguh-sungguh dari awal sampai acara tersebut berakhir.

Laporan : Muhammad Firdaus