,

KHALIFAH RESMIKAN PONDOK PESANTREN UKHUWWAH ISLAMIYYAH KE 25

oleh -691 dilihat

Purwakarta, 08 Shofar 1442H/  26 September 2020M | Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyyah (PPUI) Purwakarta telah diresmikan oleh Kholifah Abdul Qadir Hasan Baraja`, dan disaksikan ratusan warga Kekhalifahan Islam Wilayah Karawang, bertempat di Parakan Lima-Jatiluhur.

Acara peresmian dihadiri pula tokoh-tokoh masyarakat sekitar pondok, yang berbondong-bondong hadir mensukseskan acara ini, terlihat dari semangat sambutan Bapak Ketua Rt yang merasa senang dengan kehadiran Pondok, dan mendo`akan semoga PPUI sukses dan berada dalam naungan kasih sayang Allah SWT.

Dalam sambutan Amir Wilayah Karawang, ia menyampaikan di tanggal 08 Shofar 1432H adalah goresan sejarah yang tidak bisa terlupakan, mengingat perjuangan warga  Kekhalifahan Islam wilayah karawang yang cukup panjang mencapai resminya Pondok Pesantren Tahfidz  Qur`an Ukhuwah Islamiyyah menjadi Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyyah.

Ust Abdulallah Abdurrahman pun mengajak seluruh warga untuk mensyukuri nikmat yang Allah berikan, dengan terus semangat dan menjadikan pondok sebagai sarana untuk beramal sholeh.

Amir Daulah Jawa pun menyampaikan sambutanya dengan mengajak masyarakat dan tokoh sekitar agar jangan malu-malu bersilaturrahim ke pondok, dan menyampaikan kritik dan saranya mengingat disekitar pondok pun telah dibangun pusat dakwah khilafatul muslimin daulah jawa.

Ust Ahmad Shobirin selaku Wizaro Tarbiyyah Wa Ta`lim Pusat menjelaskan sekilas mengenai pendidikan berbasis khilafah. “ Dewasa ini kaum muslimin sudah tidak mengenal lagi pendidikan Islamnya, Pemimpin Islamnya, dan system Islamnya, karena orang-orang barat menyerang umat Islam melalui system pendidikanya dalam rangka pembodohan-pembodohan ilmu dan penyerangan ini di sebut Ghozul Fikri (Perang pemikiran – Red), dan mereka sudah paham melawan umat Islam tidak bisa dilakukan dengan cara kekerasanaka ia pakai cara lembut dan hal ini tidak disadari oleh umat Islam. “ jelas wizaro tarbiyyah wa ta`lim pusat

“Yang dinamakan pendidikan Islam sebenarnya jika menggunakan pikiran saja bisa dipahami, seperti apa sih yang dinamakan pendidikan komunis, sudah barang tentu pendidikan yang berada dibawah pemimpinan kaum komunis, apa yang namakan pendidikan sekuler, sudah barang tentu pendidikan yang berada di bawah kepemimpinan kaum sekuler, maka seharusnya pendidikan Islam juga begitu, yang dinamakan pendidikan Islam yang sebenarnya itu, pendidikan yang berada dibawah kepemimpinan umat Islam itu sendiri. Tidak mungkin, system komunis mengadakan pendidikan yang menjadikan kader-kader Islam, pasti akan dijadikan kader komunis. “ sambungnya

Kholifah Abdul Qadir Hasan Baraja` dalam taushiahnya menyampaikan beribadah tidaklah bernilai ibadah apabila dikarang sendiri. “ hal sepele saja Rasulallah contohkan masa iya perkara besar yang cakupanya besar tidak ada contohnya.? “ Tanya kholifah

“Dari zaman Nabi Adam As hingga Nabi Muhammad Saw sistemnya kenabian, setelah itu tidak ada nabi lagi maka diangkatlah Abu Bakar As Shidiq menjadi Kholifah dan sistemnya pun berubah menjadi Kekhalifahan Islam dan ini adalah concoh yang harus kita ikuti bukan malah mengarang sendiri. “ tegas kholifah

“Berjuang menegakan system Khilafah tidak mempercepat kematian, tidak memperjuangkan system khilafah pun tidak memperlambat kematian, semua kita ini akan mati, maka kematian yang satu kali ini harus bernilai surga, rugi apabila hidup yang semata ini apabila tidak mendapatkan surge. “ papar kholifah

Di penghujung acara proses bai`at tugas Murobi PPUI Purwakarta (Ust Hendra Kurnia) oleh Tarbiyyah wa ta`lim pusat. “ Saya asli bandung, dan pondok ini sama dengan kampung halaman saya, maka saya mengajak seluruh masyarakat agar jangan sungkan-sungkan bersilaturrahim ke pondok, mari kita bersama-sama beribadah kepada Allah dan menuntut dan mengajarkan Ilmu Dien Islam di pondok ini. “ jelas Murobi PPUI Purwakarta dalam sambutanya.

Laporan : Sukriyadi