,

KEMBALI KE JATI DIRI ISLAM

oleh -258 dilihat

DIMULAI DENGAN PENDIDIKAN BERBASIS KHILAFAH

Dahulu, dengan diutusnya Rasul, manusia yang sebelumnya dalam keadaan tersesat dan berada dalam kegelapan yang nyata kemudian bisa menjadi manusia yang mendapat petunjuk, pencerahan atau cahaya hidayah sehingga dapat membedakan mana yang benar dan salah, mana yang haq dan mana yang bathil, karena ajaran Islam yang dibawah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam telah mampu mengubah kebiasaan buruk manusia-manusia dari segala bentuk kejahiliyyahan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam membuka pengetahuan ummatnya, baik melalui bacaan al Qur’an maupun hadits, agar ummatnya mampu meningkatkan kualitas iman dan ilmunya. Selain untuk membersihkan dari berbagai kepercayaan-kepercayaan jahiliyyah dan pemahaman-pemahaman yang salah, Rasulullah juga diutus untuk meluruskan ummatnya dari pola dan sistem hidup yang tidak benar menjadi pola dan sistem hidup yang Islami.

Dan diantara pola dan sistem hidup yang Islami juga terdapat pendidikan Islami di dalamnya. Allah subhanahu wata’ala berfirman yang artinya :

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata” (Qs. Al-Imran 164)

Dalam ayat ini dapat kita ambil tiga prinsip dasar pendidikan Islami, yaitu :

  • Yatluu ‘alaihim aayaatihi (Tilawah), yaitu mempunyai 2 makna :
  • Membacakan ayat-ayat Al Qur’an secara benar dan tartil.
  • Membuka pengetahuan tentang Kebesaran Allah serta syari’atNya dengan mengulang-ngulang bacaan al Qur’an (menghafal).
  • Mampu membuka cakrawala berfikir dan membentuk kemampuan afektif sehingga bisa mengembangkan berbagai skill seperti memanah, berkuda, berenang, dsb.
  • Yuzakkihim (Tazkiyah), yaitu membersihkan dan mensucikan dari segala noda baik zhahir maupun bathin. Diantaranya adalah membersihkan dari kesyirikan dan sifat-sifat kejahiliyyahan sehingga bisa terbina akhlaq yang mulia, seperti jujur, pemaaf, tidak mudah marah, sabar dan ridho terhadap sebuah musibah, dsb.
  • Wa yu’allimuhumul kitaab wal hikmah (Ta’lim), Yaitu dengan adanya stimulus mempelajari dan mengulang-ulang memahami esensi kandungan ayat-ayat al Qur’an setiap harinya dimulai sejak usia 7 tahun, maka akan lebih mudah mentransfer ilmu ke dalam hati dan pikirannya sehingga akan meningkatkan kemampuan kognitif mereka. Al Kitab dalam ayat ini maksudnya adalah mengajarkan al Qur’an sedangkan al Hikmah adalah mengajarkan Hadits, Sunnah dan setiap kalimat yang mengandung kebaikan dan bermanfaat bagi kehidupan di dunia dan akhiratnya.

Maka prinsip pendidikan Islami yang berbasis Khilafah adalah bagaimana para santri-santriwati tidak hanya sekedar membaca dan menghafal ayat-ayat al Qur’an saja akan tetapi juga dapat memahami, menghayati dan mengamalkannya sehari-hari dalam kehidupan berjama’ah pada sistem Kekhalifahan. Karena kebanyakan orangtua saat ini hanya memikirkan bagaimana caranya supaya anak mereka bisa mendapatkan kecerdasan IQ dan prestasi yang tinggi namun melalaikan nilai-nilai iman dan akhlaq dalam pendidikan anak-anak mereka.

Dengan pendidikan Islami yang berbasis Khilafah ini pula para santri-santriwati kelak dapat memperjuangkan dan mengembangkan sistem Islam Khilafah hingga meluas ke penjuru dunia sehingga tidak hanya ilmu Diin yang disebarkan tetapi juga ilmu duniawi yang bermanfaat bagi ummat dengan niat meningkatkan ibadah, iman dan amal shalih yang dilandasi dengan keikhlasan berharap ridho Allah subhanahu wata’ala, sehingga terpupuk dan terbinalah para ulama dan Mujahid-Mujahidah yang bertaqwa atas kehendak Allah   (bi idznillah). Aamiin yaa robbal aalamiin.

Rafli Alkatiri