BERANI TERANG TERANGAN, BAHWA KAMI GENERASI PENEGAK KHILAFAH

oleh -1.094 dilihat

Di saat manusia kebanyakan di era sekarang ini sedang takut-takutnya pada yang namanya Khilafah, justru sebaliknya dengan sebuah Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah di Bekasi, yang dengan beraninya terang-terangan menyatakan bahwa mereka adalah Generasi Penegak Khilafah. Mereka dengan begitu semangatnya menyampaikan pada momentum tahun baru hijriyah 1442 H atau Muharram ini dengan berjalan kaki atau mereka sebut jalan sehat sepanjang 10 kilometer di kota Bekasi. Dengan dilengkapi atribut bendera tauhid Laa ilaaha illallaah muhammadur rasulullaah berwarna hijau putih yang bertuliskan Khilafatul Muslimin yang dikibarkan oleh para peserta sepanjang perjalanan.

Eksistensi dan kiprah Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah yang berada di bawah naungan Jamaah Khilafatul Muslimin ini sudah lama berdiri kokoh di kota Bekasi yang telah diakui keberadaannya oleh masyarakat sekitar sebagai lembaga pendidikan Gratis yang koncern menyuarakan pentingnya persatuan dan penegakan Khilafah kembali, sebagai satu-satunya solusi bagi problem multidimensi saat ini. Sebagaimana tertera dalam sejumlah spanduk yang dibawa oleh para peserta, yang terdiri dari warga Khilafatul Muslimin Bekasi Raya, para santriwan dan santriwati , yang bertuliskan ajakan bersatu dalam sistem persatuan ummat Kekhalifahan Islam di antaranya mereka mengajak untuk tidak berpecah belah, karena berpecah belah adalah prilaku kemusyrikan yang harus segera ditinggalkan, serta ajakan untuk Bersatu dalam Jama’ah Khilafatul Muslimin.

Dengan jalan sehat ini mereka berharap gaung Khilafah ini akan segera memenuhi jagat raya sehingga kelak akan benar-benar tegak sebagaimana yang telah dinubuwatkan oleh Rasulullaah shalallaahu Alaihi Wasallam bahwa, di akhir zaman nanti akan hadir Khilafah yang mengikuti metode kenabian.

Mereka pun ingin membuktikan kepada khalayak bahwa pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah ini merupakan sistem pendidikan yang mendidik para santrinya dengan pendidikan rahmatan lil alamin. Yang artinya mereka didik dengan penuh kasih sayang. Tidak ada di dalamnya pembulian, penghinaan kekerasan dan sejenisnya. Selain itu, para santri digembleng untuk menjadi penghafal al Qur’an sekaligus sebagai pengamal al-Qur’an, bukan sekedar santri yang pandai bercerita namun bagaimana mereka menjadi pengamal-pengamal ilmu.

Dengan kemandirian mereka ditempa agar menjadi pribadi yang cakap terampil dan mandiri serta Tangguh. Terlihat dalam kegiatan jalan sehat ini sekitar 160 santri, para asatidz, ustadzaat beserta warga Khilafatul Muslimin berjalan dengan gagah nan penuh semangat sampai digaris finish.

Laporan Muhammad Firdaus