ALLAH YANG MENJADIKAN MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DI BUMI, MAKA WAJIB LAKSANAKAN FUNGSI INI

oleh -77 views

Allah subhanahu wa taala berfirman:

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalīfah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah, Ayat 30).

Imam Al Qurthubi mengatakan terkait ayat tersebut bahwa; ayat ini menjadi dasar bagi kewajiban penegakkan Kekhalifahan Islam di muka bumi. Sehingga kaum Muslimin menjadi punya wadah bagi kewajiban bersatu atas mereka.

Dalam ayat tersebut juga terdapat sanggahan dari para Malaikat yang mengetahui kecenderungan manusia sebagai biang pembuat kerusakan dan menumpahkan darah, dengan menyampaikan bahan pertimbangan bahwa mereka senantiasa bertasbih dan mensucikan nama Allah. Namun Allah jua menjelaskan, bahwa Dia Allah mengetahui apa yang tidak diketahui oleh keterbatasan ilmu mereka.

Oleh karena itu, meskipun kewajiban menegakkan dan mengamalkan Khilafah seringkali mendapat penentangan dari berbagai pihak, mulai awwam hingga yang bergelar ulama, ketahuilah bahwa Allah menaruh beragam rahasia di dalamnya, yang hanya bisa didapatkan oleh mereka yang berfikir, berjuang dan mengamalkan Khilafah.

Sehingga pada surat An Nisa ayat 59 terkait kewajiban mentaati Ulil Amri yang dalam Islam disebut sebagai Khalifah berserta seluruh perangkatnya, Allah tutup ayat tersebut dengan kalimat; “…. yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih baik akibatnya…”.

Dalam ayat lain Allah subhanahu wa taala berfirman:

هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَكُمۡ خَلَٰٓئِفَ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيۡهِ كُفۡرُهُۥۖ وَلَا يَزِيدُ ٱلۡكَٰفِرِينَ كُفۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ إِلَّا مَقۡتٗاۖ وَلَا يَزِيدُ ٱلۡكَٰفِرِينَ كُفۡرُهُمۡ إِلَّا خَسَارٗا

Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi. Barang siapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya akan menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kemurkaan di sisi Rabb mereka. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kerugian mereka belaka. (QS. Fathir, Ayat 39).

Oleh Ustadz Ahmad MS