7 CARA MENYAPIH ANAK DENGAN METODE WEANING BECAUSE ALLAAH (WBA)

oleh -871 dilihat

Sekedar sharing, waktu itu saya berhasil menyapih Maryam, anak ke-4 saya dengan metode yang saya namain WBA ajalah kali yaa..Weaning Because Allaah. Menyapih karena Allaah. Cuss, langsung aja, berikut tips-tipsnya:

1. Niatin ibadah karena Allaah

Oke mak, ini tahapan awal sebelum menyapih. Yupz, kita diciptakan Allaah buat beribadah hanya kepadaNya kan.. Jadi, segala aktivitas kita bisa diniatkan ibadah lho.

Ucapkan basmallah, tekadkan dalam hati bahwa kita sedang ibadah menyapih dengan menyempurnakan penyusuan, yaitu diusianya yang ke-2.

Sesuai dengan Firman Allaah:

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (QS. Al-Baqarah: 233).

2. Minta Pertolongan melalui Shalat

Jarak terdekat seorang hamba dengan RabbNya ialah ketika sujud dalam shalat. Jadi, ini posisi yang pas, buat emak mengeluarkan segala keluh kesah dan segala permintaan di dada. So, sebelum menyapih ada baiknya meminta pertolongan sama Allaah, agar dipermudah segala urusannya.

3. Proses Sounding to Bonding

Sounding (ucapan/obrolan) sangat diperlukan untuk kegiatan menyapih ini. Efek positifnya, bisa mempererat bonding (ikatan) antara ibu dan anak.  Gunakan bahasa yang mudah dicerna yaa bagi anak 2 tahun. 

Proses soundingnya jangan bikin kaget anak ya makk. Di sounding dari sekitar 2-3 bulanan sebelum disapih gitu. Ga langsung was wes wos stop mimi (menyusui). 

Emak bisa say: “Sebentar lagi ade dua tahun, nanti berhenti mimi yaa..” sambil tersenyum.

Anak nangis? Iya.

Saat dia nangis, emak bisa peluk dia sambil mengaji kah atau dzikir. Elus-elus kepalanya sambil bilang, “ummii sayang sama adek”. In syaa Allaah, drama nangis nya ga berlangsung lama.

4. Kurangi Frekuensi Menyusui

Kurangi jatah menyusui anak ya mak, secara bertahap. Ga boleh bikin kaget si anak.. Masih mimi enak-enak, tau-tau di suruh berhenti. Jadi ada target. Misalnya,  setiap pekan, dikurangi jatah miminya. Ini bisa dilakukan sebulan atau lebih sebelum hari stop menyusui. 

Contoh dari 8x sehari dikurangi jd 7x, selama 3 hari, dari 7x dikurangi lagi jadi 6x, selama 3 hari. begitu seterusnya. Sampai pada waktunya hanya 1x menyusui sehari. Setiap malam aja. Selama 3 harian.

5. Suami Partner Terbaik

Dan ketika di sounding lagi, mendekti hari stop menyusui, emak bisa cari partner untuk ganti peran memeluk dan menggendong si adek. Dan suami adalah partner terbaik untuk hal ini.  Atau bisa juga minta tolong bantuan terdekat dari adik, kakak, mertua, dan seterusnya. (Ingat, ini berlaku ketika tinggal mimi malam saja). Ini biasanya terjadi sekitar 3 hari. In syaa Allaah, emak sudah berhasil menyapih si adek.

6. Tega dan Sabar

Ini salah satu kunci keberhasilan WBA yaa. Emak harus sabar bar bar bar. Juga harus tega, dalam hal artian positif yaa. Karena melihat anak menangis ingin menyusui itu godaan bangettt buat emak. Iya kan?

8. Jangan Bohong! 

Sambil diolas oles, merah kuning hijau, si emak bilang: “Nenen ummi sakit, jangan mimi dulu ya..” Atau Olas oles yang pahit, pas si adek mimi dia langsung terkejuttt karena rasanya.

Yuk ah mak.. Ini udah zaman milenial katanya mah. Saya rasa, emak-emak zaman now udah pada punya gadget. Bisa browsing dll.. 

Jadi, kalau boleh saran, sebaiknya kalau nanti mau menyapih anak, jangan bohongi dia ya mak. Jangan dioles macam2. Warna mejikuhibiniu. Masih ada kertas untuk mewarnai mak. Jangan bilang kalau p*yudara kita sakit. Gimana kalau Allaah jadikan sakit beneran? Nah lhoo.. Kepriben. Tentunya, kita tidak mau jikalau anak kita belajar berbohong kan? Lebih-lebih dari emaknya.. 

Semangat makk, Menyapih dengan cinta karena Allaah. Karena menyusui itu merupakan kewajiban yang mulia penuh rasa kasih sayang, yang mengikat bonding antara ibu dan buah hati. Setiap tetes ASI, menjadi daging yang tumbuh di tubuh buah hati kita. Moga menjadi amalan yang diterima oleh Allaah.

Penulis Nur Dini Binti Aliyuddin