,

POTRET PPUI SIAPKAN GENERASI PEJUANG

oleh -219 dilihat

Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah atau PPUI adalah satu – satunya lembaga resmi pendidikan yang bernaung di bawah sistem kepemimpinan Islam (Khilafatul Muslimin) yang dimulai dari penyerahan secara resmi pada tahun 1425 H/ 2013 M. oleh pendiri utama Al Ustadz Abuyya Muhammad Majlis (Allahumma Yarham/ Al Marhum) kepada Kholifah Asy Syaikh Abdul Qadir Hasan Baraja’. Di mulai dari jenjang yang paling dasar yaitu unit Madrasah Kholifah Utsman Bin Affan (UBA), kemudian unit Madrasah Kholifah Umar Bin Khaththab (UBK), kemudian unit Madrasah Kholifah Abu Bakar Ash Shiddiq (ABA) hingga sampai jenjang jami’ah/ universitas dengan nama tingkatan Kholifah Ali Bin Thalib.

Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah atau PPUI  adalah pusat pengkaderan sebuah generasi Khilafah ke depan yang diupayakan akan melahirkan kader – kader Kekholifahan Islam dengan bekal ilmu – ilmu Syar’i berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah yang mengacu kepada pemahaman kaum salafus sholeh dan diharapkan generasi yang lahir adalah para pejuang yang mengedepankan sifat rahmat dan bisa membuat Khilafah bertambah digdaya atau semakin kuat atas izin Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Untuk kepentingan di atas maka Kholifah menyerahkan kepada para pendidik dan petugas yang sudah mendapatkan screening langsung oleh Rois Wazir Tarbiyyah Wat Ta’lim Pusat (yang saat ini Al Ustadz Ahmad Shobirin) dan dinyatakan lulus untuk menjadi pendidik/ petugas di PPUI dengan ketentuan wajib tinggal di dalam PPUI selama tercatat menjadi pendidik atau petugas PPUI.

Dan atas kepentingan ini pula Kholifah memberikan amanah kepada mereka yang berjuang di dalam struktural umum Kekholifahan Islam dari mulai tingkat kemas’ulan, Ummul Qura’, Wilayah dan sampai dengan tingkat Daulah untuk bertanggung jawab dalam perkara finansial PPUI atau dalam segala hal yang menjadi kebutuhan PPUI dari segi materi demi terlaksananya secara baik perjalanan pendidikan di PPUI.

Pembinaan dan Pendidikan di PPUI dilakukan 1 x 24 jam dengan prinsip bahwa mendidik adalah sebuah kegiatan Ibadah kepada Allah Ta’ala berdasarkan metode kasih sayang dan welas asih atau rahmat ala Rasulullah Saw serta tidak diperkenankan adanya metode kasar atau cara – cara kekerasan yang jauh dari perinsip Islam yang sangat rahmat dalam melakukan pembinaan dan pendidikan terhadap anak didiknya. Ada 4 prinsip dasar yang senantiasa ditanamkan kepada anak didik di PPUI oleh para pendidiknya dalam rangka menyiapkan generasi pejuang; 1. Keimanan/ Tauhid, 2. Keta’atan ,3. Adab dan Akhlak, dan yang terakhir adalah Ilmu termasuk di dalamnya life skills atau keterampilan hidup di mana semua prinsip ini penanamannya selalu diupayakan dengan cara yang rahmat dan bijaksana sebagaimana petunjuk Rasulullah Saw :

  1. Prinsip Keimanan/ Tauhid

Prinsip ini menjadi perinsip yang paling dasar di PPUI dalam membina anak didiknya, di mana para pendidik senantiasa menanamkan bahwa hidup ini adalah ibadah kepada Allah dan semua yang kita perbuat atau lakukan akan dimintai pertanggung-jawabannya pada hari akhir kelak. Semua kegiatan dari mulai bangun tidur, masuk dan keluar kamar mandi, masuk dan keluar masjid, membaca Al Qur’an, piket, makan, jajan, belajar, mengerjakan tugas, memasak, sholat, mencuci, bermain, menghafal, berpuasa, infaq, shadaqah, mengobrol, bercanda, membuat karya, menggosok gigi, sampai dengan tidur kembali adalah dalam rangka ibadah kepada Allah yang hanya berharap pahala dariNya (bukan dari selainNya) untuk kebaikan hidup di akhirat kelak (di surgaNya).

Dan termasuk dari penanaman perinsip ini adalah bahwa semua perbuatan yang menyelisihi Allah, rasulNya dan Ulil Amri minkum akan menjadi penyesalan baik di dunia ataupun di akhirat (nerakaNya), karena Allah yang Maha Mengawasi memiliki malaikat – malaikat yang akan senantiasa mencatat apa yang kita kerjakan sehingga tidak ada yang lolos atau luput dari pengawasan Allah dan pada hari kiamat nanti kita akan benar – benar melihat balasan dari apa yang telah kita lakukan.

  • Prinsip Keta’atan kepada Allah, kepada Rasul dan Ulil Amri

Prinsip Itha’ah atau keta’atan menjadi bekal yang fundamental dan radikal dalam pendidikan di PPUI, berdiri di atas tauhid atau keimanan yang benar prinsip ini senantiasa digaungkan oleh para pendidik di PPUI di mana semua kegiatan ibadah berada dalam tiga ranah keta’atan; keta’atan kepada Allah, keta’atan kepada Rasul dan kepada Ulil Amri sepanjang tidak dalam kemaksiatan. Maka dimulailah aktifitas atau kegiatan dalam rangka ta’at kepada Allah jika petunjuknya terdapat langsung di dalam kitabullah/ Al Qur’an, dalam rangka ta’at kepada Rasulullah Saw jika petunjuknya terdapat di dalam hadits atau sunnah Nabi Saw, bahkan tidak jarang petunjuk keduanya bersatu padu dalam menjalankan keta’atan, dan jika sebuah aktifitas atau program di PPUI tidak ada petunjuk secara langsung baik di dalam Al Qur’an maupun As Sunnah, maka keta’atan dilakukan dalam rangka mengikuti ketetapan Ulil Amri yang bertanggung jawab dan selama tidak dalam kemaksiatan. 1 x 24 jam para pendidik senantiasa melatih dan menanamkan kepada anak – anak didiknya bagaimana menyukai dan mencintai keta’atan, terutama keta’atan kepada ulil amri yang tidak diajarkan di lembaga – lembaga pendidikan selain PPUI,  sehingga dikatakan kepada mereka yang menjadi anak didik bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka ta’at kepada Allah, atau ta’at kepada Rasulullah, atau ta’at kepada Ulil Amri yang akan menyebabkan dirinya masuk ke dalam surgaNya. Dan dengan prinsip ini pula sebuah generasi lulusan PPUI akan mengatakan sami’na wa atha’naa (kami mendengar dan kami ta’at) tanpa reserve jika suatu ketetapan yang tidak menyelisihi syari’at sudah ditetapkan oleh ulil amri meskipun hal demikian tidak disukainya.

  • Prinsip Adab dan Akhlak

Prinsip ini juga menjadi unsur yang sangat penting dalam pendidikan dan pembinaan di PPUI, hal ini dilakukan karena Rasulullah Saw sangat memperhatikan unsur tersebut semasa hidupnya, sehingga Rasulullah Saw sebagaimana dalam beberapa haditsnya menyebutkan keunggulan dan keistimewaan orang yang memiliki akhlak terpuji atau adab mulia baik di dunia ataupun di akhirat. Dan para ulama sangat memperhatikan perkara ini dalam menuntut ilmu, bahkan diantara perkataan mereka adalah bahwa “dengan adab ilmu dapat diperoleh dan difahami”, ketiadaan adab dan akhlak adalah sebuah malapetaka bagi mereka yang memiliki ilmu. Maka para pendidik di PPUI senantiasa mengulang dan mengingatkan anak didiknya bahwa semua kegiatan ibadah terpaut dengan akhlak dan adab dan dasar dari sebuah ilmu yang bermanfaat adalah adab yang baik, sehingga untuk mensukseskan prinsip ini PPUI tidak hanya memberikan apresiasi kepada mereka yang berprestasi akademik, tetapi juga kepada mereka yang baik dalam akhlak dan adabnya dengan porsi penilaian yang lebih serius.

  • Ilmu

Semua prinsip di atas yang dimulai dari prinsip keimanan, keta’atan dan Adab insyaAllah akan membuahkan ilmu yang bermanfaat, apapun ilmu yang dipelajari di PPUI akan menjadi bermanfaat untuk diri sendiri dan Islam jika dilandasi dengan ketiga prinsip tersebut. Dan dari ilmu – ilmu yang di ajarkan di PPUI termasuk keterampilan hidup di dalamnya, maka Al Qur’an menjadi porsi terbesar dalam waktu pengajarannya, hal ini dilakukan karena generasi pejuang Khilafah ke depan yang diharapkan adalah mereka yang ucapan dan perbuatannya senantiasa berlandaskan wahyu dan petunjuk Rasulullah Saw, dan untuk ini pula  PPUI hanya akan memberikan Syahadah kelulusan di unit terakhir atau jaami’ah bagi mereka yang berhasil menghafal minimal 15 juz Al Qur’an dengan tetap mengupayakan pemberian apresiasi kepada anak didik yang berprestasi dari bidang akademik dan non akademik.

Alangkah indahnya jika semua saling bersinergi dan mensukseskan dalam rangka menyiapkan generasi pejuang Islam yang berjuang fii sabilillah demi meninggikan kalimat Allah di muka bumi yang sudah semakin dekat kepada kehancuran (kiamat). Semoga semua yang ikut andil dalam perjuangan ini selalu mendapatkan keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Aamiin. Cukuplah Allah yang menjadi saksi dan Dialah yang Maha Bersyukur kepada setiap hambaNya yang melakukan kebajikan.

Penulis : Ustadz Juhana Mukhlis