UMMAT TERBAIK, DARI PRIBADI YANG BELAJAR AL QURAN DAN MENGAJARKANNYA

oleh -201 dilihat

OLEH : USTADZ ZULKIFLI RAHMAN AL KHATHIEB

Allah SWT berfirman:

كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. (QS Ali ‘Imran, Ayat 110).

Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa sebaik-baik ummat adalah mereka yang memerintah kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.

Sedangkan dalam skala pribadi, disebutkan sebaik-baik pribadi adalah mereka yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Terkait dengan menyeru kepada kebenaran dan mencegah manusia dari kebathilan memang harus dilakukan secara berjama’ah. Namun mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an butuh spirit dan motivasi pribadi.

Di Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyyah (PPUI) dimana anak-anak dididik untuk menjadi Mujahid dan Mujahidah, maka andil kita sebagai guru maupun pengurus serta donatur sangat tinggi nilainya, dan nilai yang tinggi tersebut didapat dari niat yang benar karena Allah semata.

Kalau saat ini para guru mengajar salah niat, entah karena ingin anak-anak jadi pintar, sekedar karena senang, karena hobi dll maka itu hanya sedikit saja nilainya, bahkan bisa tidak dapat nilai apa-apa.

Bagi kita yang berdonasi atau ibu-ibu Korimat (Koordinator Muslimat) yang ikut andil dalam membantu konsumsi, niatnya hanya ingin anak-anak dapat makanan bergizi, atau yang berdonasi karena ada anaknya yang bersekolah di PPUI maka itu niat yang kurang tepat, kalaupun dapat nilainya hanya sekedar 10 kali lipat. Allah SWT berfirman:

مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزَىٰٓ إِلَّا مِثۡلَهَا وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ

Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizhalimi). (QS Al-An’am, Ayat 160)

Tapi kalau semua niat itu ditempatkan hanya karena Allah, dan untuk membangun pribadi santri dan santriwati yang mujahid dan mujahidah penegak ajaran Allah, maka pahalanya bisa bernilai hingga 700 kali lipat. Allah SWT berfirman:

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنۢبُلَةٖ مِّاْئَةُ حَبَّةٖۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah, Ayat 261).

Selanjutnya nashihat saya dalam pendidikan anak, jangan sampai ada kekerasan, jangankan bentakan, dipelotot saja itu bisa menghilangkan keberanian anak, sedangkan anak-anak itu harus dididik sebagai pemberani.