,

HAFLAH AT TAKRIIMI LITH THALABIL MUTAWAFFIQIN, SEBUAH APRESIASI PPUI SUMBAWA BARAT ATAS SANTRINYA

oleh -121 dilihat

Taliwang, 24 Rabi’ul Awwal 1441 H, sehubungan akan berakhirnya KIBM (Kegiatan Ibadah Belajar Mengajar) semester ganjil tahun ajaran: 1440 – 1441 H, Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI) Taliwang, Sumbawa Barat, menyelenggarakan kegiatan Haflah At Takriimii Lith Thalabil Mutawaffiqin (Acara apresiasi santri berprestasi). Acara dimaksud dilaksakan pada hari Kamis, 24 Rabi’ul Awwal 1441 H, dimulai pukul 08.00 hingga selesai sebelum dzuhur.

Acara ini diwarnai dengan pembacaan nilai akademik dan pengumuman santri berprestasi selama satu semester. Uniknya juga ada prestasi penataan lingkungan pondok dari para santri secara mandiri. Acara juga diselingi penampilan para santri dalam unjuk kemampuan pidato berbahasa Arab dan bahasa Indonesia.

Acara yang dipusatkan di Masjid PPUI Taliwang ini menghadirkan Amirud Daulah Khilafatul Muslimin Indonesia Bagian Timur (Inti), Ustadz Zulkifli Rahman Al Khateeb sebagai pemberi taushiyah pendidikan. Satu dari tiga Amirud Daulah Khilafatul Muslimin ini menyampaikan taushiyah dengan tema seputar; ummat terbaik dari pribadi yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya. Taushiyah tersebut dilandaskan pada Al Quran surat Ali ‘Imran, ayat 110 dan hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang berbunyi:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Selain motivasi untuk pelaku pendidikan di Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyyah (PPUI) dimana anak-anak dididik untuk menjadi Mujahid dan Mujahidah, Amir Daulah inti juga memotivasi para donatur dan ibu-ibu Korimat (Koordinator Muslimat) yang ikut andil dalam membantu konsumsi, agar pandai menjaga niat, dengan niat yang baik, maka Allah SWT memberi balasan sebanyak 10 kali lipat hingga 700 kali lipat berdasarkan ayat Allah SWT. Dalam taushiyah tersebut Amir Daulah juga mengingatkan agar menjauhkan kekerasan dari para santri. “Kita harus menjadikan para santri sebagai pemberani” tegas Amirud Daulah Inti.

Diakhir acara pihak pondok diwakili oleh Ust. Syaifullah Al Bimawi mengumumkan, sesuai keputusan Khalifah, Ustadz Abdul Qadir Hasan Baraja, anak-anak santri langsung liburan semester dan bisa pulang bersama para orang tua atau wali santri yang hadir, sehingga terhitung sejak selesai acara haflah sampai hari Jum’at, 2 Rabi’ul Akhir 1441 H (29 November 2019) para santri dalam masa liburan. (AMS)