PARA MUROBBI SELURUH PPUI AKAN ADAKAN PERTEMUAN UNTUK MENYEMPURNAKAN SILABUS KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KHILAFAH

oleh

Para murobbi beserta staf Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI) yang tersebar di seluruh Indonesia direncanakan akan mengadakan pertemuan di PPUI Bekasi dalam rangka musyawarah kerja (muker) untuk menyempurnakan kembali silabus kurikulum Pendidikan Islam Berbasis Khilafah yang sudah berjalan kurang lebih selama 16 tahun. Terhitung semenjak diserahkannya PPUI Bekasi oleh Abuya Muhammad Majelis selaku pendiri ke dalam naungan Kekhalifahan Islam Khilafatul Muslimin pada tahun 1424 H yang lalu.

Rencananya kegiatan yang diamanahkan kepada Murobbi PPUI Bekasi, Muhammad Firdaus atas arahan dari Rois Wizaarah Tarbiyah Wa Ta’lim, Ahmad Shobirin ini akan dilaksanakan selama 6 hari terhitung dari tanggal 11-16 Rabiul Awwal 1440 H, (19-24/11/2018) dengan dihadiri kurang lebih 40 peserta perwakilan dari lima belas PPUI yang tersebar dari seluruh Indonesia.

Guna menyukseskan kegiatan tersebut Murobbi PPUI telah membentuk kepanitiaan melalui musyawarah para mudarris dan staf pondok dengan ketua terpilih Syarif Iswandi. Nantinya tugas ketua dan para seksi kepanitiaan akan menyiapkan segala hal yang diperlukan dalam kegiatan musyawarah kerja tersebut dari awal hingga akhir.

“Dibentuknya kepanitiaan ini tujuannya untuk memudahkan dan memberi pelayanan kepada peserta mulai dari kedatangan, selama pelaksanaan musayawarah kerja dan setelahnya. Juga tertanggungjawab terhadap hasil kerja, semisal penggandaan silabus yang nantinya setelah selesai muker tersebut harapannya langsung bisa diditribusikan dan dibawa langsung oleh murobbi masing-masing ke pondoknya masing-masing.” Jelas Muhammad Firdaus, penanggungjawab pelaksanan kegiatan tersebut.

Tujuan diadakannya kegiatan muker penyempurnaan silabus yang mendapatkan dukungan penuh dari Khalifah / Amirul Mu’minin Syaikh Abdul Qadir Hasan Baraja ini adalah untuk penyesuaian target pencapaian materi pembelajaran dengan usia santri.

“Penyempurnaan silabus ini bertujuan untuk penyesuaian target pembelajaran dan metode penyampaian materi ajar kepada santri yang semakin kesini usia santri semakin muda, apa lagi pondok kita ini menerapkan akselerasi. Misal diusia Madrasah Khalifah Utsman Bin Affan yang setingkat SD ini mereka masuk pada usia 6 tahun dan tiga tahun kemudian lulus darinya pada usia 9 tahun dan demikian juga di tingkat selanjutnya, jika dilihat materi pada silabus yang ada selama ini materi-materi yang diajarkan terlalu ketinggian untuk usia-usia mereka.” Papar Muhammad Firdaus, pria yang biasa disapa Firdaus ini.

Selain alasan tersebut Firdaus juga menambahkan bahwa diadakan muker ini untuk menyusun kembali silabus dari unit terrendah sampai ketingkat tertinggi yakni tingkat Al-Jaami’ah agar semuanya berkesinambungan untuk semua target materi pembelajarannya, karena menurut pengamatannya selama ini ada sejumlah materi pembelajaran dari beberapa unit terjadi pengulangan.

Berdasarkan rundown acara muker yang kami terima bahwa pada hari pertama Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 H. (19/11/2018), Khalifah / Amirul Mu’minin akan meberikan pengarahan dalam acara tersebut dengan mengusung tema Konsep Pendidikan Rahmat. Namun sebelumnya Rois Wizaarah Tarbiyyah Wa Ta’lim juga memberikan sambutannya dengan membawa tema Idealisme Pendidikan Berbasis Kekholifahan.

Laporan : Yayan Sopian – PPUI Bekasi