NYATE BERSAMA, MOMENTUM SATU KALI SETAHUN PARA SANTRI PPUI BEKASI

oleh

Menu daging kambing dan daging sapi benar-benar menjadi makanan hari raya bagi Qoba Qousaini, penghuni Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah yang beralamat di Jalan Komplek Patal No 44 Rt. 08 Rw. 03 Pekayon Jaya Bekasi Selatan Kota Bekasi Jawa Barat, yang begitu melimpah kepada para santri pada idul adha kali ini.

Apa yang dialami Qoba Qousaini juga dirasakan dua ratusan teman temannya sesama penghuni Pondok pesantren tersebut. Makan daging kambing atau sapi kurban terasa nikmat sekali.

Momentum hari raya umat Islam itu pun menjadi salah satu hari yang dinanti nanti. Daging yang diperoleh antara lain dijadikan sate dan bakso. “Senang banget, rasanya nikmat,” ungkap Qoba Qousaini di sela-sela membakar sate kambing di depan Pesantren, Minggu (3/9/2017) malam.

Sebelum acaranya membakar dan makan sate yang merupakan tradisi setahun sekali bersama, mereka sudah berbagi tugas. Mulai dari menyiapkan bumbu masakan, memotong dan menusuk daging hingga kipas kipas saat membakar.

Hari Raya Qurban bagi para santri mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa. “Nggak takut darah tinggi (hipertensi) meski makan banyak,” ucapnya.

Selain saat hari raya Qurban, para santri biasanya bisa makan daging kambing ketika ada orang yang memberikan aqiqoh. Sedangkan untuk sehari-hari, makanannya adalah sayuran dan terkadang diselingi daging ayam.

Menu makanan daging kambing dan sapi diakui memang menu spesial bagi para santri. “Pada Hari Raya Qurban tahun ini, disembelih satu ekor sapi dan dua puluh lima ekor kambing,” ungkap Ustadz Yayan Sopian, Ketua Panitaia Pelaksanaan Hari raya Idul Adha dan Pemotongan Hewan Qurban PPUI Bekasi.

Hewan hewan itu berasal dari berbagai kalangan masyarakat di Kota Bekasi dan sekitarnya yang berqurban di PPUI Bekasi. Selain untuk internal para santri dan keluarga besar Pondok, daging qurban juga disalurkan bagi warga masyarakat sekitar yang telah didata sebelumnya.

Laporan Muhammad Firdaus