KUNJUNGAN DINAS KESEHATAN RI KE PPUI BEKASI TERKAIT VAKSIN CAMPAK DAN RUBELLA

Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI) Bekasi kedatangan tamu perwakilan dari Dinas Kesehatan Bekasi dan Puskesmas setempat juga dari perwakilan dari Badan kesehatan dunia, WHO. Kedatangan mereka bertujuan untuk memberikan penjelasan terkait vaksin campak dan rubella yang aman. Sebagaiamana dipaparkan oleh salah seorang  dari tamu tersebut. Jum’at, 18 Dzulqo’dah 1438 (11/08/2017 H.

Setelah panjang lebar menjelaskan apa itu vaksin campak dan rubella mereka pun bertanya kepada staf pusat kesehatan tentang penolakan wali santri yang anaknya akan diberikan vaksin.

Ustadz Abu Qoyyim, selaku wizarah Ashshihat Khilafatul Muslimin pusat menjelaskan bahwa Kekhalifahan Islam Dunia tidak memeberikan paksaan agar menolak vaksin apapun yang ada, hanya memberikan penjelasan kepada umat Islam terkhusus warga khilaafah. Apa saja yang masuk ke dalam tubuh kita wajib akan zat tersebut halal secara pasti bukan sekedar prasangka, termasuk pemberian vaksin tersebut.

Lebih lanjut, Ustadz yang dikenal tegas dan suka blak-blakan ini menjelaskan bahwa KHOLIFAH atau Amirul mukminin ustadz Abdul Qadir Hasan Baraja Hafidzohullaahu Ta’aala telah mencanangkan IMUNISASI ALAMI yang jelas dan halal komposisinya untuk seluruh balita yang baru lahir hingga berusia lima tahun.

Dengan penjelasan yang cukup dari wizaaroh Assihhah Pusat berkenaan IMUNISASI dan vaksinasi, akhirnya dari mereka hanya mengingini data seluruh santriwan dan santriwati yang orang tuanya menolak vaksin tersebut. untuk dijadikan sebagai pegangan mereka.

Ustadz Abu Qayyim setelah pertemuan tersebut berharap, semoga ke depannya umat Islam semakin cerdas mengenai obat kimia juga vaksin yang belum jelas kehalalan nya dan agar supaya bijak dalam bersikap.

Laporan : Muhammad Firdaus