GUBERNUR NTB, TUAN GURU BAJANG TERKESAN DENGAN KONSEP AKSELERASI PENDIDIKAN PPUI TALIWANG

oleh

Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB) tersebut merasa  terkesan dengan konsep pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI) Taliwang saat melakukan road show dan kunjungan kerjanya di kabupaten Taliwang, karena mengembangkan kurikulum yang berbasis sistem akselerasi. Terlebih, pesantren ini memang dikhususkan untuk mencetak kader yang mengabdikan dirinya untuk kepentingan diin (Agama Islam). Sabtu, 8 Juli 2017.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur yang juga ahli tafsir Al-quran ini berkesempatan memberikan tausiyah di hadapan puluhan santri dan masyarakat KSB serta mengajak untuk saling menghargai perbedaan. Tidak boleh ada yang merasa lebih baik dari dari yang lain karena kita semua anak bangsa, hakekatnya bersaudara. “Tidak bolehlah satu atau dua perbedaan itu merusak hubungan kasih sayang diantara sesama kita,” tuturnya.

Keberagaman dan perbedaan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia, menurutnya merupakan modal berharga untuk membangun kekuatan. Segala kekurangan yang dimiliki anak bangsa inipun tidak boleh dijadikan bahan perselisihan. “Justru yang diperlukan adalah saling melengkapi satu sama lain,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dibalik perbedaan dan keberagaman tersebut sesungguhnya terdapat rahasia kekuatan kita sebagai umat dan bangsa. Cara terbaik untuk menjaga dan merawat kekuatan itu, kata TGB adalah dengan jalan menumbuhkan semangat persaudaraan sesama muslim dan membangun silaturrahmi.

Saat yang sama, TGB menguji hafalan dua orang santri tahfiz Al-Quran yang bernama Muhammad Hanif Robbani, Santri Madrasah Khalifah Utsman Bin Affan (setingkat SD) dan Yahya Abdul Hakam, santri Madrasah Khalifah Umar Bin Khaththab (setingkat SMP). Setelah menyimak hafalan kedua santri tersebut, TGB pun menyatakan mereka lulus. Sehingga tidak segan-segan TGB memberikan hadiah untuk memotivasi semangat belajarnya. Selain itu, atas nama Pemerintah Provinsi NTB, Gubernur memberikan bantuan dana kepada pesantren tersebut senilai 25 juta rupiah.

Laporan : Muhammad Firdaus