MUDARRIS PPUI BEKASI DAPATKAN PEMBEKALAN AQIDAH DARI AMIR DAULAH

oleh

Para para pengajar PPUI Bekasi atau biasa disebut di lingkungan Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah Bekasi sebagai Mudarrisin mendapatkan pembekalan Aqidah dari Amir Daulah Khilafatul Muslimin Indonesia bagian Barat Ustadz Hadi Salam. Pada kesempatan tersebut ustadz yang sejak muda sudash dikenal sebagai aktivis dibeberapa pergerakan dan bertempat tinggal di Indramayu ini menyampaikan tema tentang “Membentuk Kepribadian Mujahid” dengan intisari materi sebagai berikut :

MEMBENTUK KEPRIBADIAN MUJAHID

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ . نَحۡنُ أَوۡلِيَآؤُكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَشۡتَهِيٓ أَنفُسُكُمۡ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”
Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. ( Fushilat : 30 – 31)

Orang – orang yang beriman dan istiqomah dalam keimanannya tidak akan pernah merasa takut dan bersedih hati dalam kehidupannya di dunia karena Alloh swt dan para Malaikatnya akan selalu menjadi pelindung dan penolong bagi mereka. Mereka akan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia sampai di akhirat dengan dimasukkan ke dalam surga yang telah dijanjikan dan di dalamnya penuh dengan segala kenikmatan. Itulah janji Alloh swt di dalam Al Qur`an Surat Fushilat ayat 30 – 31 bagi orang – orang yang selalu menjalankan syari`at Alloh.
Untuk menjadi orang yang selalu istiqomah dalam keimanan setidaknya diperlukan 3 hal :
1. Sawasiyah fil Aqidah (Kesamaan dalam Aqidah)
Menjadikan Alloh sebagai Robb yang menciptakan,mengatur,memelihara. Menyatakan Alloh adalah Robb mengandung makna hidup di atas aturan Alloh. Mengatakan Robbnya adalah Alloh merupakan kekuatan yang kokoh sebagaimana dijelaskan dalam Surat Ibrahim ayat 24 – 27 :

أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا كَلِمَةٗ طَيِّبَةٗ كَشَجَرَةٖ طَيِّبَةٍ أَصۡلُهَا ثَابِتٞ وَفَرۡعُهَا فِي ٱلسَّمَآءِ ٢٤ تُؤۡتِيٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينِۢ بِإِذۡنِ رَبِّهَاۗ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ . وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٖ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجۡتُثَّتۡ مِن فَوۡقِ ٱلۡأَرۡضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٖ . يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلۡقَوۡلِ ٱلثَّابِتِ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّٰلِمِينَۚ وَيَفۡعَلُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ .

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit . Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat . Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun . Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki

2. Sawasiyah fit Tafkir (Kesamaan Fikir)
Mempunyai kesamaan dalam memandang dunia ini harus dijadikan sarana untuk mendapatkan kebahagiaan hidup di akhirat sebagaimana termaktub dalam Al Qur`an Surat Al Qoshos ayat 77 :

وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Kesamaan dalam berfikir bahwa segala sesuatu yang dilakukan hanya untuk meraih Ridho Alloh swt.

3. Sawasiyah fil `Amal (Kesamaan dalam berbuat)
Senantiasa beramal dalam rangka melaksanakan perintah Alloh dan berkeyakinan bahwa segala yang kita lakukan dilihat Alloh swt sebagaimana dalam Al Qur`an Surat At Taubah ayat 105 :

وَقُلِ ٱعۡمَلُواْ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُولُهُۥ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

Laporan : Syarif Iswandi