KHALIFAH : HIDUP UNTUK MENUJU SURGA YANG 100 TINGKATAN

oleh

Khalifah / Amirul Mu’minin Syaikh Abdul Qadir Hasan Baraja’, dalam rangka safari dakwah ke daerah Nusat Tenggara Barat dan Papua menyempatkan diri untuk singgah di Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI) Bekasi. Beliau berkesempatan memberikan tausiyah di hadapan para mudarris serta para pengurus pondok pada  Ahad, 9 Rabiul Akhir 1438 H. (08/12/2017) bertempat di masjid Damai PPUI Bekasi.

Adapun intisari tausiyah Khalifah adalah selalu mengingat kepada para mudarris untuk senantiasa memanfaatkan hidup di dunia ini dengan sebaik-baiknya.

“Hidup di dunia adalah perjuangan fastabiqul khoirot untuk menuju surga yang 100 tingkatan. Jalan menuju kebahagian di akhirat adalah dengan beribadah. Beribadah akan bernilai ketika dilaksanakan dalam struktural yaitu ta’at  kepada Alloh, ta’at kepada Rasululloh dan Ulil Amri,” paparnya dengan bahasa yang halus.

Itu semua lanjutnya, perlu dibuktikan dengan niat yang ikhlas, kesungguhan, dan berdisiplin. Kehidupan berjama’ah akan tercipta menjadi kehidupan yang damai dan sejuk ketika ada ukhuwwah di dalamnya. Tanpa adanya ukhuwwah, yang akan tercipta adalah kehidupan yang damai tapi gersang. Tanpa rasa persaudaraan persatuan tidak akan terwujud. Orang-orang yang bersaudarapun akan putus hubungannya jika tidak ada rasa persaudaraan diantara mereka.

Kemudian lebih spesifik beliau menyampaikan tausiyahnya lebih dalam, dalam lembaga Pendidikan Berbasis Khilafah pun perlu dipupuk rasa persaudaraan antar sesama pengurus. Dengan adanya rasa kepedulian. Tidak saling mengandalkan akan tetapi saling membantu, saling meringankan kesulitan, saling memikirkan kebutuhan saudaranya, mendahulukan kepentingan saudaranya. Begitupun diantara pengurus dan wali santri harus ada rasa persaudaraan, kasih sayang, saling berbaik sangka.

“Nilai sebuah amal terletak pada niat, kesungguhan, dan disiplin bukan pada hasil. Tidak ada perjuangan yang lebih hebat selain di pendidikan, karena berjuang menciptakan para pejuang. Begitu banyak nilai kebaikan yang akan didapatkan para pendidik,” pungkasnya mengakhiri.

Laporan : Syarif Iswandi