GUNA TINGKATKAN SDM MUDARRIS, PPUI BEKASI GELAR PEMBEKALAN

oleh

Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dalam bidang tehnik mengajar dan penanganan santri, juga dalam bidang administrasi pendidikan. Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI) Bekasi menggelar acara peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia para pengajar bertempat di mesjid damai lantai 2 PPUI Bekasi. Kamis, 09 Rabi’ul Akhir 1438 H (09/012017).

Acara yang dihadiri oleh segenap mudarris dan pengurus PPUI Bekasi dan sejumlah undangan dari Madrasah Khalifah Ali Bin Abi Thalib (setingkat TK) Lingkungan PPUI Bekasi, Wilayah Karawang serta dari Pekayon Jaya tersebut dimulai pada pukul 08.30 dan berakhir pada 15.00 WIB. Acara yang dipandu oleh Ustadz Muhammad Firdaus selaku bagian Kurikulum PPUI Bekasi diawali dengan pembukaan, pembacaan Al-Qur’an oleh Ustadz Yayan Sopian, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Murobbi PPUI Bekasi ustadz Suhendar Bin Amar.

Acara yang dibagi menjadi dua sesi tersebut diisi oleh dua pemateri yang di datangkan khusus dari luar pondok yakni Ustadz Ghulam Siddiq seorang praktisi pendidikan Usia dini dan Ustadz Saifuddin Sholeh praktisi yang sudah lama berkecimpung di dunia pendidikan.

Adapun sesi pertama diisi oleh ustadz Ghulam shidiq dengan materi Karakter pendidik dan metode mendidik. Pemateri yang satu ini dikenal sebagai sosok yang cukup berpengalaman dalam bidang pendidikan, terutama di dunia pendidikan anak usia dini.

Dalam materinya pria yang juga menjabat sebagai Nashrah Wal Idzaah Daulah Khilafatul Muslimin Indonesia Bagian Barat ini menyampaikan bahwa tujuan dari pendidikan khilafah ini adalah mengajarkan kepada para santri untuk mengamalkan seluruh ilmu yang telah mereka pelajari dan beramal sesuai dengan tuntunan ajaran Islam yang benar. Sehingga mereka tidak menjadi seperti kaum yang Allah murka kepadanya, dan juga Allah sebut seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal tanpa memahami isi yang ada pada apa yang ia bawa, dan tidak pula serupa dengan kaum yang Allah sebut sesat karena beramal tanpa didasari ilmu.

Sesi pertama pada kegiatan ini berjalan dengan cukup baik dan diikuti oleh para peserta dengan sangat antusias dan penuh semangat.

Kemudian pukul 13.30 sesi kedua dari acara ini dilanjutkan oleh Ustadz Saefuddin Sholeh, sosok yang sudah tidak asing lagi bagi pengurus PPUI Bekasi ini membawakan materi Administrasi Pendidikan Islam.

Sosok yang merupakan peletak batu pertama dalam pembangunan sistem Pendidikan Islam Berbasis Khilafah ini menyampaikan bahwa betapa pentingnya administrasi yang tersusun rapi dalam suatu lembaga, sebagaimana firman Allah dalam Qs. Al Baqoroh ayat 282. Beliau juga menyatakan prinsip yang biasa digunakan dalam management adalah P.O.A.C atau atau Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling.

Planning (Perencanaan) Perencanaan yang dimiliki  harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya tidak terlalu melebar dan terlalu idealis, dan juga rencana tersebut harus realistis serta dapat diukur tingkat keberhasilannya, dan dapat dapat dicapai. Serta memiliki waktu yang jelas sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.

Organizing Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. Dalam perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description).

Actuating Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi.

Controlling Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman.

Laporan : Abdurahman Al Mubarak, S.Kh.I