KELUARGA BESAR PPUI BEKASI RIHLAH KE GUNUNG GEDE PANGRANGO

oleh

Sejak Senin siang 19 Rabiul Awal 1438 H. (19/12/2016) Keluarga Besar PPUI Bekasi yang terdiri dari santriwan, santriwati dan para mudarris beserta sejumlah wali santri bertolak dari Pondok pesantren Ukhuwwah Islamiyyah Bekasi menuju ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dalam rangka melaksanakan kegiatan rihlah atau tafakkur ‘alam. Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih 4 jam pada Selasa, 20 Rabiul Awwal 1438 H. (20/12/2016) akhirnya sampai di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB.

Kegiatan rihlah atau tafakur alam kali ini merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI) Bekasi. Dalam rangka mengajak para santri untuk untuk bertamsya guna merefresh kejenuhan mereka yang selama kurang lebih satu semester ke belakang disibukan dengan kegiatan ibadah belajar dan mengajar (KIBM) di pondok.

Tiba di Taman Mandalawangi

Saat tiba di lokasi base camp lebih tepatnya taman Mandalawangi ini, suguhan pertama kali bagi para santri dan yang lainnya adalah hawa dingin yang begitu menusuk kulit namun dengan ditemani api unggun yang dinyalakan oleh para pembimbing cukup kiranya untuk menghangatkan suasana yang semakin malam terasa semakin dingin. Dalam cahaya lampu yang cukup terang acara pun dimulai. Ustadz Hasan Al-Banna sebagai pembawa acara membacakan susunan acara di hadapan para santri yang berkumpul duduk rapi di antara sekitar 38 tenda yang telah terpasang rapi sebelumnya mengelilingi tempat acara.

Sesi kali ini diisi dengan pemaparan tata tertib yang disampaikan oleh ustadz Sujarwoko sebagai korlap rihlah kali ini. Kemudian dilanjutkan sambutan dan tausiyah dari Murobbi PPUI Ustadz Suhendar Bin Amar. Selain itu ada juga wali santri sebut saja ustadz Ghulam Shiddiq, dan Ustadz Abu Qayyim yang berkenan terlibat untuk meberikan permainan yang lumayan untuk menghangatkan dan meceriakan suasana. Sesi ini berlangsung sampai jam 11.00 WIB. Dilanjutkan dengan istirahat sampai jam 03.00 WIB.

Bukan hanya sekedar rihlah yang hanya untuk menyegarkan atau melepas kejenuhan, tapi tetap diselipkan suatu kegiatan yang bernilai di dalamnya seperti pada pagi ini Selasa, 20 Rabiul Awwal 1438 H. sekitar pukul 03.00 WIB para santri sudah dibangunkan untuk melaksanakan MCK dan melakukan shalat malam. Para santri dan sejumlah pengurus melaksanakan shalat malam, ada yang melaksanakan di tenda masing-masing ada pula yang melaksanakan di tengah lapangan yang dikelilingi tenda-tenda.

Hawa terasa semakin dingin lebih dingin dari yang kemarin sore. Para santri dan pembimbing tidak lepas dengan jaket dan selimut penghangat saat melakukan aktifitas atau mengikuti acara yang telah diprogramkan sebelumnya. Setelah salat malam kemudian dilanjutkan dengan shalat Subuh berjama’ah masih di tempat yang sama di tengah lapangan di antara tenda-tenda. Setelah shalat Subuh acara dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah dari ustadz Abu Qayyim.

Saat langit mulai terang dan sang mentari mulai sedikit menampakan sinarnya, peserta disibukan dengan aktifitas masing-masing. Ada yang sekedar memasak air untuk membuat kopi atau ada juga yang berjalan-jalan menikmati keindahan alam kaki Gunung Gede Pangrango, tidak lupa mereka juga  mengabadikan moment ini dengan berfoto groufie atau selfie. Ada juga yang sekedar duduk di dapan api unggun sambil membakar jagung. Suasana begitu indah, begitu menyenangkan, terutama bagi mereka yang baru pertama kali singgah di tempat ini, tentunya akan menjadi sesuatu yang berkesan bahkan mungkin sangat berkesan.

Sekitar pukul 06.30 WIB sarapan pagi yang sudah dipesankan di salah satu catring jauh-jauh hari sebelumnya dipersiapkan oleh panitia. Dengan masing-masing mendapatkan satu bungkus nasi yang dilengkapi dengan satu butir telor acar dan sedikit sayuran. Dengan posisi satu sama lainnya saling berhadapan berbaris indah di bawah semburat cahaya sang mentari pagi. Terasa makan pagi berjamaahpun begitu nikmat terasa.

Setelah sarapan pagi berakhir, semua peserta dipersilahkan untuk berkemas untuk melanjutkan kegiatan. Yang mana kegiatan ini dibagi dua antara Madrasah Khalifah Umar Bin Khaththab dam Madrasah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq beserta beberapa sejumlah mudarris yang akan melanjutkan perjalanan menuju Curug Cibeureum yang akan ditempuh dengan berjalan kaki sekitar dua jam lebih. Sedangkan untuk Madrasah Khalifah Utsman Bin Affan akan tetap berada di Taman Mandalawangi dan memfokuskan acara di area tersebut dengan dibimbing oleh para Mudarris dan mudarrisah.

Curug Cibeureum

Sekitar pukul 07.30 WIB para santri Madrasah Khalifah Umar Bin Khaththab dan Madrasah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq mulai meniti tangga bebatuan menuju ke arah Curug Cibeureum. Para santriwati naik lebih awal yang diikuti oleh para wali santri kemudian santriwan dan sejumlah mudarris yang mengikuti dari belakang. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 2 jam akhirnya pendakian pun sampai di tujuan air terjun Curug Cibeureum yang indah mempesona sudah di depan mata.

Percikan air terjun yang dingin nampak seperti kepulan asap terlihat memutih dari kejauhan. Para santri dengan mengabaikan rasa lelah berlarian mendekat. Tidak tahan ingin segera merasakan tumpahan air yang jatuh dari ketinggian di ubun-ubun kepala dan sekujur tubuhnya. Rasa lelah terasa sudah tergantikan dengan segarnya air yang membasahi sekujur tubuh.

Begitu asyiknya para santri mandi di bawah air terjun atau ada pula yang bermain di aliran air disekitar air terjun tersebut, nampak begitu ceria dan bahagianya. Diantara mereka ada pula yang hanya sekedar memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto selfie atau groupie dengan kamera saku yang mereka bawa dari pondok atau ada juga yang memanfaatkan kamera para pembimbing untuk sekedar minta di jepret. Pada intinya mereka ingin mengabadikan rihlah kali ini dan jangan sampai terlewatkan tanpa dokumentasi.

Sampai pukul 11.00 akhirnya para santri mulai kedinginan dan berganti baju. Rupanya mereka sudah ingin menyudahi kegiatan mereka bermain di bawah dinginnya air terjun Curug Cibeureum. Setelah makan siang dengan sebungkus nasi yang ditemani daging ayam, para pembimbing memberikan komando kepada para santri berkemas-kemas untuk kembali ke base camp di Taman Madalawangi. Tiba kembali di Taman Mandalawangi sekitar pukul 13.00 WIB, kemudian para santri dan pembimbing dipersilahkan untuk beristirahat sampai waktu shalat ashar pukul 15.30 WIB. kemudian dilanjutkan dengan shalat jama qosor Dhuhur dan Ashar.

Saat Santai Menjelang Pulang

Masih ada sisa waktu sampai menjelang waktu shalat maghrib para santri memanfaatkannya untu berjalan-jalan ke tempat pedagang oleh-oleh dan cindramata. Namun ada pula yang hanya tiduran di tenda untuk menghilangkan pegalnya kaki yang sejak tadi pagi naik dan turun dari Curug Cibeureum.

Setelah melaksanakan shalat Maghrib dan Isya secara berjama’aah para santri dan para pembimbing berkemas untuk kembali pulang menuju Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah Bekasi. Dengan mengendarai sembilan truk TNI tepat pukul 19.30 WIB keluarga Besar PPUI Bekasi meninggalkan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Laporan Muhammad Firdaus