SANTRI KECIL PPUI BEKASI IKUT TAHSINUL QIRO’AH DENGAN SYAIKH TIMUR TENGAH

oleh

Tidak hanya para mudarris dan santri besar setingkat SMP dan SMA saja yang mengikuti belajar tahsinul qiro’ah dengan syaikh dari Timur Tengah. Tetapi santri kecil Madrasah Khalifah Utsman Bin Affan (Setingkat SD) pun ikut belajar secara langsung via skype.

Seperti nampak dalam pantauan PonpesUkhuwwahislamiyyah.Com, Rabu, 07 Rabiul Awwal 1438 H. (07/12/2016) para santri Madrasah Khalifah Utsman Bin Affan (MKUBA) sedang mengikuti belajar tahsinul qiro’ah bersama salah seorang syaikh yang berada di Pelestina.

Acara yang diikuti para santri kelas akhir MKUBA yang berjumlah 18 orang ikhwan dan 12 akhwat ini, dikawal oleh Ustadz Muhammad Sulthon selaku mudir madrasah MKUBA yang senantiasa sabar untuk mendampingi dan mengarahkan santri dan sebagai pengantar bahasa dengan syaikh.

Kegiatan tahsinul qira’ah atau lebih dikenal tahsinut tilawah ini diawali oleh salah seorang santri ikhwan yang berinteraksi langsung di hadapan layar laptop  dengan Syaikh Abu Tausir melalui skype.

Perlu diketahui, kegiatan ini sudah berjalan kurang lebih sudah satu bulan dengan waktu tiga kali dalam satu pekan pada hari Senin, Kamis dan Ahad. Dnn nampak terlihat semangat para santri ikhwan dalam mengikuti acara tahsin ini begitu pula ustadz Sulthan selaku penanggung jawab kegiatan ini selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik, terutama dalam mencarikan pendamping yang siap membimbing santri kecil ini.

“Alhamdulillah setelah kami berdialog maka disepakatilah untuk pembelajaran tahsinut tilawah untuk santri akhwat satu kali dalam satu pekan yaitu pada hari Rabu dengan pendamping ustadzah Fathimah”, Jelas ustadz Sulthon dalam keterangan tertulis yang disampaikan via massanger.

Dalam kesempatan tersebut kami berhasil bertanya kepada salah seorang santri yang ikut dalam kegiatan tahsinul qiro’ah, Maulana asal cikampek.“Belajar sama syekh enak dan saya sangat senang” Ujarnya dengan tersenyum.

Ustadz. Sulthan menambahkan “Acara belajar tahsin ini sangat bermanfaat dalam perbaikan bacaan Al Qur’an maupun Bahasa Arab santri. Karena mereka berdialog langsung bersama orang Arab asli dan belajar tahsinut tilawah ini akan menjadi program rutin pada semester dua nanti In Syaa Allaah.” Ungkapnya panjang lebar.

Laporan : Muhammad Firdaus – PPUI Bekasi