WIZARAH ASH-SHIHAH ADAKAH PELATIHAN KHUSUS AL-FASHDU

oleh

Setelah sukses mengadakan kelas kesehatan yang secara formal dilakukan pada tiap hari Jum’at. Selanjutnya, Wizarah Ash-Shihah Khilafatul Muslimin Ustadz Abu Qayyim mengadakan pelatihan yang lebih spesifik tentang Al-Fashdu.

Ustadz Abu Qayyim kembali membuka daurah kelas kesehatan dengan titik fokus pembahasan mengenai Al-Fashdu, Salah satu pengobatan peninggalan Rasulullah yang saat ini sangat langka kita jumpai di beberapa klinik kesehatan. Maka mengingat akan pentingnya pengobatan tersebut dan sekaligus menghidupkan kembali sunnah-sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam dalam metode pengobatan tersebut, Abu Qoyyim akan rutin dan siap mengajarkan ilmunya kepada para thabib khusunya dan kepada warga Khilafatul Muslimin umumnya. Dan ia juga bersedia untuk berkerja sama dengan struktural wilayah atau struktural yang ada di bawahnya.

Acara pelatihan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah Bekasi ini pada Jum’at 9 Rabiul Awwal 1438 H. (8/12/2016) yang diikuti oleh 26 orang peserta yang terdiri dari 13 orang ikhwan dan 13 orang akhwat. yang dari wilayah bekasi Raya, Wilayah karawang dan sekitarnya. Tidak hanya orang dewasa yang ikut dalam pelatihan tersebut tetapi ada juga yang masis berstatus sebagai santri yang bernama Firgi Reksa Nasution asal Medan.

Acara tersebut dibuka pada pukul 09:00 WIB. dan sebagai mukadimah materi kali ini Abu Qoyyim mengutip Qs. Al-Isra’ ayat 82 yang berbunyi:

 وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَا ء وَرَحْمَ ة لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا  ٢٨

“Dan kami turunkan Al Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang dzolim (Al Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian”

Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menciptakan manusia itu dengan sangat sempurna sembari mengutip kalimat dalam Al Qur’an “Wa fii anfusikum afalaa tubshiruun” dan pada diri kalian apakah kalian tidak mengambil pelajaran, dalam artian seluruh penciptaan organ tubuh manusia adalah telah ditetapkan fungsi dan fanfaatnya masing-masing sampai beberapa penyakit yang Allah berikan dalam tubuh manusia sekalipun adalah dalam rangka mengebalkan tubuh si pesakit tersbut. Dan beliau melanjutkan penjelasannya sembari menggambar orang tubuh manusia sebagai bagian dari materi yang disampaikan. Dauroh kesehatan sesi pertama ini disampaikan  berakhir pukul 11:20 WIB.

Tepat pukul 13:00 WIB. dauroh sesi kedua kembali dibuka setelah para peserta melakukan Istirahat, Sholat dan makan (ISOMA), ada yang berbeda pada sesi kedua ini. Pasalnya seluruh peserta diharuskan untuk bisa praktek dari materi yang disampaikan.

Pertama-tama Ustadz Abu Qoyyim memberikan contoh dan memperagakan cara menusuk yang tepat, benar dan higenis, langsung kepada salah seorang yang bertindak sebagai pasien, Ustadz Mukhliansyah,

Seketika ruangan menjadi sunyi dan senyap seluruh peserta fokus memperhatikan ujung jarum ditangan sang Thabib. Setelah berhasil Ustadz Abu Qoyyim menyampaikan beberapa hal penting terkait tehnik-tehnik penanganan jika terjadi seseuatu pada si pasien.

Setelah melihat ustadz Abu Qayyim meperaktikan tehnik al-fashdu ini selanjutnya giliran peserata memperagakan ke pasien yang sebelumnya telah dipasangkan masing-masing. Satu persatu seluruh calon penterapis alfashdu mengabil alat-alatnya kurang lebih 2 jam seluruh peserta telah berhasil memperagakannya walau masih sedikit grogi.

“Wajar karena baru pertama kali”, Tutur Abu Qayyim mengomentari para peserta yang sedang praktik mengenai pengobatan tersebut.

Acara ini diakhiri dengan pesan dari Ustadz Abu Qoyyim, seluruh peserta wajib mendapatkan pasien al-fashdu minimal lima orang dalam satu pekan. Dengan harapan semoga dengan diadaknnya pelatihan ini akan melahirkan thabib-thabib yang professional dan bertanggung jawab atas pasiennya.

Laporan : Syahrul Muhammad Ja’far