REGENERASI, SAATNYA PEMUDA BERKIPRAH

oleh

“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (QS. Al-Kahfi : 13)

“Nyawa taruhannya!” Ali Ra. sadar betul akibat yang akan menimpanya saat menerima tugas menggantikan posisi Rasulullah Saw di tempat tidur Beliau pada peristiwa Hijrah. Dan Ali berhasil melaksanakan misi taktis itu sehingga Rasulullah Saw berhasil lolos dari kepungan kaum kafir Quraisy.  Saat itu Ali baru berusia 18 tahun.

Diusia yang sama, Usamah bin Zaid menerima amanah besar dari Rasulullah Saw sebagai komandan pasukan untuk menaklukkan Syam. Padahal dalam barisan ada Umar dan sederet nama sahabat senior.

Subhanallah, sungguh luar biasa. Betapa Rasulullah Saw telah memberi teladan dengan melibatkan pemuda-pemuda dalam kancah perjuangan. Kesiapan mereka merupakan hasil dari bimbingan yang terencana dan intensif meliputi penanaman akidah, pemahaman prinsip-prinsip syariat serta arahan dan teladan. Sehingga tampil pemuda-pemuda yang siap melanjutkan visi-misi perjuangan. Itulah Regenerasi.

IBRAH DARI SEJARAH

Sungguh besar pengaruh teladan dari kisah dalam sejarah bagi jiwa kita. Ibrah dari sejarah itu akan menjadi cermin dan pemompa semangat (ghirah) para pejuang Islam. Sebagaimana firman Allah SWT dalam beberapa ayat Al-Qur’an :

Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS.Al-‘Araf:176)

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal…” (QS. Yusuf: 111)

“Dan semua kisah rasul-rasul kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu kami teguhkan hatimu, dan didalamnya telah diberikan kepadamu  (segala) kebenaran, nasihat dan peringatan bagi orang yang beriman.” (QS.Hud : 120)

Dalam Al-Qur’an surat ke 18, Allah SWT mengabadikan kisah keteguhan jiwa para pemuda “Ashabul Kahfi”.  Saat itu mereka berhadapan dengan pemimpin zalim yang mengancam keimanan mereka. Demi mempertahankan keyakinan, mereka rela menanggalkan status sosial dan meninggalkan kemewahan.

PROGRAM PEMBINAAN

Namun kita tak boleh hanya sekedar takjub dengan prestasi dalam sejarah. Seperti kegemilangan Muhammad al Fatih yang diusia 21 tahun telah menaklukkan Konstantinopel.

Ada sebuah ungkapan yang patut dicermati: “gagal merencanakan berarti merencanakan gagal”. Setiap jaman memiliki tantangan. Jangan sampai kita lalai dari kesungguhan proses regenerasi. Segera bentuk dan rancang program pembinaan untuk para pemuda secara sistematis dan menyeluruh. Berbagai metode dapat diterapkan seperti taklim, kajian khusus/intensif, beragam pelatihan dan keterampilan, juga dakwah melalui media.

Para pemuda hendaknya dibina dalam sebuah komunitas khusus, sebab mereka memiliki interaksi dan hubungan sosial yang khas. Karena  lingkungan pergaulan sangat besar pengaruhnya pada pembentukan karakter.

Jalur pendidikan merupakan salah satu sarana strategis pembinaan generasi. Maka kebijakan dibidang ini mesti terus di “up grade” (pembenahan berkelanjutan). Idealnya, kebijakan itu diterapkan disemua jenjang. Dari pendidikan usia dini hingga tingkat tertinggi. Maka penting kiranya membentuk tim perumus atau menempatkan beberapa staf ahli dibidang pendidikan untuk setiap jenjang, sehingga pencapaiannya lebih maksimal.

PERAN KELUARGA

Lingkungan keluarga yang baik, islami, dan harmonis menjadi faktor pendukung penting dalam proses regenerasi. Pembinaan akidah dan keimanan yang ditanamkan sejak dini akan membentuk kepribadian anak. Bimbingan dan keteladanan akan membentuk profil pemuda berkarakter, mandiri dan berakhlak terpuji.

Dalam hal ini yang tak kalah penting adalah pembinaan bagi orang tua itu sendiri. Karena kemampuan mendidik anak bukanlah bakat bawaan. Tetapi suatu kemampuan dari proses pembelajaran, pembinaan dan pendidikan. Bagaimana Rasulullah membina generasi, begitulah kita meneladani agar pemuda kita siap mengemban amanah melanjutkan estafet perjuangan. Wallohu’alam bis shawab.

Penulis : Wa Ode Nurmah