TYPUS (PENYAKIT TIPES)

oleh

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica adalah penyakit demam Tifoid yang disebut juga typus atau tipes. Khususnya turunan dari bakteri itu yaitu salmonella typhi yang menyerang bagian saluran pencernaan. Penyakit infeksi akut yang selalu ada di masyarakat adalah demam tifoid yang dapat menyerang balita, anak-anak dan orang dewasa.

Cara Penularan

Saat kuman tersebut masuk melalui makanan atau minuman maka penyakit demam tifoid ini dapat menyerang, sehingga pada saluran pencernaan yaitu usus halus akan terjadi infeksi. Kuman akan sampai di organ tubuh terutama hati dan limpa melalui peredaran darah. Di dalam hati dan limpa kuman ini akan berkembangbiak sehingga menyebabkan rasa nyeri saat diraba.

Tanda dan Gejala

Gejala klinik demam pada anak umumnya terjadi tanpa gejala (asimtomatik) dan memberikan gambaran yang klinis. Tanda dan gejala yang timbul secara garis besar antara lain sebagai berikut:

1. Lebih dari seminggu terjadi demam. Biasanya terlihat segar pada siang hari namun menjelang petang atau malam akan terjadi demam.

2. Lidah kotor. Pada bagian pinggirnya berwarna merah dan bagian tengahnya berwarna putih. Lidah biasanya akan terasa pahit dan cenderung akan lebih senang makan yang pedas atau asam.

3. Mual yang terasa berat sampai muntah. Di dalam hati dan limpa bakteri salmonella typhi akan berkembangbiak yang akan mengakibatkan rasa mual karena terjadi pembengkakan dan akhirnya akan menekan lambung. Akibat dari mual yang berlebihan sehingga menyebabkan makanan yang masuk tidak akan sempurna bisa masuk dan biasanya akan keluar lagi lewat mulut.

4. Mencret atau Diare. Diare terjadi karena gangguan penyerapan cairan yang disebabkan sifat bakteri yang menyerang saluran cerna.

5. Pusing, lemas dan sakit perut. Lemas dan pusing disebabkan demam yang tinggi. Sakit perut sendiri disebabkan adanya pembengkakan hati dan limpa.

6. Tak sadarkan diri atau pingsan. Dengan berbaring tanpa banyak pergerakan biasanya penderita akan lebih merasa nyaman, tetapi akan terjadi gangguan kesadaran apabila mengalami kondisi yang parah.

Perawatan dan Pengobatan

Tujuan dari perawatan dan pengobatan terhadap penderita penyakit tifoid atau types adalah untuk menghentikan invasi kuman, mencegah terjadinya komplikasi, memperpendek perjalanan penyakit, serta mencegah agar tak kambuh lagi. Pengobatan yang dilakukan untuk penyakit tyfus ini dengan jalan mengisolasi penderita dan melakukan desinfeksi pakaian, faeces dan urine untuk mencegah penularan. Selama tiga hari pasien harus berbaring di tempat tidur hingga panas turun, kemudian baru boleh duduk, berdiri dan berjalan.

Bagaimana Agar Penyakit Ini Tidak Kembali Lagi?

Pertama, bagi mereka yang sudah berkali-kali terkena penyakit Typus agar segera memperhatikan kebersihan diri, keluarga dan lingkungan. Terutama sekali jika hendak makan agar mencuci tangan sebagaimana rasulullah saw mencontohkan kepada kita. Selepas bangun dari tudur, agar tidak langsung bersentuhan dengan air yang ada di bejana maupun di bak mandi sebelum ia mencucinya terdahulu.

Kedua, biasakan mulut kita bersih dan sehat dengan melaksanakan sunnah bersiwak. Karena bakteri salmonella enterica ini menular dan menjakiti diri kita melalui pencernaan. Awal pencernaan kita adalah mulut.

Ketiga, perhatikan makanan yang kurang manfaat nya buat diri kita. Makanan yang banyak mengandung bahan kimia, es dan makanan yang bersantan.

Keempat, pijatlah secara rutin titik pijat telapak tangan yaitu HEKUK, Lambung Limpa Usus Besar. Titik pijat telapak kaki yaitu lambung, usus 12 jari dan usus kecil, usus besar, kelenjar getah bening. Pijatlah setiap hari selama 15 menit kemudian minum lah air hangat.

Kelima, konsumsi suplemen herbal seperti madu, nigella, dan sarikurma. Ditambah dengan rebusan daun binahong 5 lembar, daun randu 5 lembar, 5 iris lengkuas, 5 iris kunyit dan 2 batang sereh, rebus dengan lima gelas jadi dua gelas untuk pagi dan malam.

Bagaimana Cara Menangani pasien Typus?

Pertama, usahakan suhu badan pasien tidak meningkat dengan cara dikompres bagian ketiak, leher, kening, dada dan kaki jika panas.

Kedua, berikan makanan yang tidak keras seperti yaqtin atau labuh kuning, bubur nasi dan air kelapa.

Ketiga, tidak dianjurkan dibekam basah ( mengeluarkan darah ). Bisa diberikan Kay atau moksabusi dibagian perut jika perut atau abdomen pasien terasa dingin.

Keempat, pijat seperti saran di atas.

Kelima, Berikan vermin atau cacing tanah sesuai dosis berupa kapsul. Juga madu dan sarikurma.