AGAMA ISLAM : KEBENARAN TANPA NOKTAH

oleh

Islam adalah dienul haq (agama yang benar), tidak ada cela darinya tidak pula keraguan menyertainya. Memihak kepadanya (beragama Islam) adalah karunia terbesar yang Allah subhanahu wa ta’ala  berikan kepada hamba-Nya, sebab tidak setiap hamba mendapatkan kemuliaan untuk menjadi pemeluknya (muslim). Dan siapa saja yang menolaknya dan bersekutu dengan selainnya dadanya akan penuh sesak dengan kesesatan, amalannya tertolak dan penganutnya terjerumus dalam kebinasaan.

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ (١٢٥)

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah menjadi sesat, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” Qs : Al An’am : 125

            Dan Islam tidaklah sama dengan agama manapun, pemeluknya (muslim) Allah tinggikan derajatnya dan apa yang dikerjakannya mendapatkan balasan yang tidak akan didapatkan oleh orang-orang yang mengingkarinya.

أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ (٣٥)

 “Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)?” Qs : Al Qalam : 35

Karena Islam adalah satu-satunya agama yang paling sempurna dan diridhai oleh dzat yang Mahabesar, yang menguasai jagad raya beserta segala isinya dan Raja-diraja dari semua makhluk yang ada. Dialah Allah subhanahu wa ta’ala yang Mahatinggi lagi Mahasuci.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا (٣)

“….Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam sebagai agamamu….” Qs : Al Maidah : 3

Bahkan orang-orang yang mengingkari kebenaran agama Islam dan lebih memilih menjadi kafir, kelak mereka akan menyesal dan meratapi kesalahan pilihannya.

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ (٢)

“Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang Muslim.” Qs : Al Hijr : 2

            Namun sayangnya justru banyak dari kaum muslimin yang menjadikan Islam hanya sebagai jawaban dan sebatas pelengkap identitas. Padahal untuk selamat di dunia dan di akhirat Islam saja tidak cukup sebagai bekal, harus ada iman yang melandasi dan ketakwaan sebagai bukti.

Maka bagi seorang muslim yang tidak mampu menanamkan iman didalam hatinya, tidak juga mewujudkan takwa dalam perbuatannya (mengerjakan ibadah/amal shaleh) maka ke-Islamannya kelak tidak akan mampu menolongnya.

وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الإنْسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى (٢٣) يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي (٢٤)

“Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” Qs : Al Fajr : 23-24

Begitupun dengan orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal shalih, percaya bahwa Allah adalah dzat yang Mahasa besar dan mempercayai bahwa sesudah kematian akan ada kehidupan yang abadi. Namun selama ke-Imanannya tidak sampai membawanya kepada ke-Islaman, maka Imannya tidak akan mampu menyelamatkannya. Sebagaimana yang Allah tegaskan dalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (١٠٢)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” Qs : Ali Imran : 102

Ayat diatas jelas menegaskan bahwa sejatinya Islam dan Iman ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan, mengambil salah satu dan mencampakkan yang lainnya adalah kerugian sedangkan mengingkari keduanya adalah kebinasaan. Sebab Islam adalah satu-satunya jalan kebenaran, maka bagi siapapun yang menyimpang darinya jahannamlah tempatnya.

وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا (١٥)

“Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran (Islam), Maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.” Qs : Al Jinn : 15

Semoga kita yang telah diberi karunia besar oleh Allah subhanahu wa ta’ala berupa Islam dan Iman diberikan pula keistiqamahan untuk menjaganya. Dan siapapun yang hingga saat ini masih meragukan dan mengingkarinya, adakah jalan kebenaran selain Islam???

Penulis :Tri Rudiansyah