SOSOK TELADAN SUAMI SHOLIH

oleh

“Dan bergaullah dengan mereka (para istri) dengan cara yang baik…” (Qs. An- Nisa: 19)

Bagaimana menjadi wanita shalihah telah menjadi tema kajian dibanyak majelis taklim. Bagaimana ciri-ciri atau syarat dan kriteria, hingga tips dan trik untuk meraihnya. Keluarga harmonis yang digambarkan sebagai  sakinah mawaddah wa rahmah tentu saja tidak akan diraih jika hanya  dari faktor istri. Justru ditangan laki-laki (suami)  keluarga bahagia akan tercapai karena hakikatnya dalam kepemimpinan suamilah istri dididik dan dibina. “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita …” (Qs. An-Nisa :34). Dalam hal ini Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam jugalah puncak teladannya.  Seorang muslim yang berupaya untuk menjalankan Islam secara ‘kaffah’ / paripurna, tentu akan mengittiba seluruh aspek kehidupan Beliau. Termasuk sang Nabi sebagai suami.

Banyak sekali riwayat dan contoh teladan yang amat memukau bagaimana sikap mesra Rasulullah kepada para istrinya. Tetapi ironisnya tak banyak suami yang menjalankan sunnahnya, bahkan paham saja tidak! Padahal Rasulullah telah menyatakan dalam sabdanya: “Orang yang  paling baik  di antara kalian adalah yang paling baik perlakuannya terhadap keluarganya. Sesungguhnya aku sendiri adalah orang yang paling baik diantara kalian dalam memperlakukan keluargaku”. (HR. Ibnu Majah).

Berpenampilan rapi dan wangi, memanggil dengan sapaan sayang, bertutur lemah lembut, dan air muka yang senantiasa berseri. Bersabar atas kekurangan istri dan melipurkan laranya. Jangan Tanya soal tanggungjawab, kebijaksanaan  dan penjagaan. Beliau   tak lupa menyediakan waktu kebersamaan bahkan tak segan meringankan tugas –tugas rumahtangga. Demikianlah, Rasulullah  selalu menghadirkan kemesraan meski dengan cara bersahaja namun sangat berkesan. Maka terasalah suasana surgawi di rumahtangga Nabi, sebagaimana yang Beliau ungkapkan, “Baiti Jannati”, rumahku laksana surga bagiku.

Wahai para suami, dalam kepemimpinanmu, bimbinglah istri menjadi shalihah dengan bersama meneladani Rasulullah Saw. “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi kalian, yaitu bagi orang yang mengharapi Allah dan Hari Akhir, serta berdzikir pada Allah sebanyak-banyaknya. (QS. Al-Ahzab [33]:21).

Wallohu ‘alam bisshawab

Penulis : Wa Ode Nurmah