TIGA PONDASI SEHAT PRIBADI

oleh

Allah SWT berfirman:

وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ

“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,” (QS. Asy-Syu’ara’: Ayat 80)

Kita adalah orang yang beriman dengan takdir baik maupun sebaliknya. Allah mengajarkan kepada kita bahwa baik itu adalah fitnah atau ujian dan buruk itu pun fitnah atau ujian.

Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ؕ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ؕ وَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya: Ayat 35)

Jika ujian yang menimpa kita adalah kebaikan, berarti kita hadapi dengan syukur. Jika yang menimpa kita adalah keburukan maka kita hadapi dengan kesabaran.

Umar bin Khattab ra berkata, ‘ Aku tidak peduli apakah aku mendapatkan kebaikan atau sebaliknya asalkan Allah ridho terhadap diriku. ‘

Dalam hal menjaga kesehatan adalah kewajiban pribadi kita untuk merawatnya dan terus menjaganya dari rasa sakit atau penyakit yang menimpa kita. Allah Ta’ala dan rasulNya sudah memberikan Kayfiyat nya dalam menjaga kesehata tubuh ini. Adapun, setelah kita berusaha dengan sebaik-baik nya kemudian sakit menimpa diri kita. Insya Allah nilai ibadah kita sudah benar menurut penilaian Allah insya Allah.

Akan tetapi jika kita lalai dalam menjaga nikmat sehat yang kita miliki. Kemudian setiap hari kita tidak berusaha hidup sehat dan menjaga nya. Kemudian kita sakit, maka sebaiknya perbanyak istighfar disebabkan kita sudah lalai dari nikmat sehat.

Tubuh manusia telah dirancang untuk mampu bertahan dari perubahan dan serangan tak terbatas dari lingkungannya. Rahasia kesehatan yang baik bergantung pada keberhasilan penyesuaian diri dan pengelolaan stres pada tubuh. – Harry J Johnson –

Sehebat apapun suatu mesin, jika tidak dirawat dengan baik maka ia akan cepat hancur dan tidak berfungsi hanya meninggalkan rongsokan bentuk mesin tadi.

Belum terlambat wahai sahabat kita berusaha untuk hidup sehat dan lebih kuat. Begitulah statmen baginda Muhammad saw kepada ummatnya bahwa muslim yang kuat lebih dicintai Allah dari pada muslim yang lemah.

Sehat identik dengan kuat sedangkan sakit identik dengan lemah dan tak berdaya.

Saat ini kita sudah dikepung oleh berbagai macam zat dan pola hidup yang lama kelamaan membuat diri ini lemah dan sakit. Pernah saya membicarakan hal ini dibeberapa edisi yang telah lewat. Bahwa program awal dalam melemahkan sistem imun dimulai dari janin bayi kita hingga setelah mereka keluar dari rahim harus divaksinasi dengan sesuatu yang syubhat dan haram. Bukan hanya itu saja, yang pasti adalah melemahkan generasi baru Islam dari kesehatan nya.

Walaupun kita belum bisa menghindari nya 100%, minimal kita bisa mengetahui hal-hal yang buruk agar tidak kita konsumsi setiap harinya juga terpenting lagi, kita sanggup mengatasi zat-zat yang berbahaya ini dengan menjaga sistem detoksifikasi dalam tubuh agar bekerja dengan sempurna.

Mulailah kita memperhatikan fondasi kesehatan kita dengan cermat. Ini adalah awal dari ikhtiar kita dalam bersyukur kepada Allah Ta’ala.

Fondasi pertama adalah De-Tox (pengeluaran racun)

Racun yang berada dalam tubuh kita sudah tidak bisa kita tebak lagi dari mana asalnya dan kapan? Tentu nya, jika kita hanya sibuk mencari jawaban di atas tadi akan menambah lama waktu bersemayamnya racun dalam tubuh.

Racun itu dihasilkan dari zat kimia seperti borak (pengawet mayat) , formalin, pewarna makanan dan pemanis makanan, merkuri, krieatanin yang banyak terdapat dalam kosmetik.

Racun-racun tadi tidak bisa dicerna oleh tubuh sehingga mereka menjadi penghambat proses detoksifikasi. Ditambah lagi dengan proses oksidasi makanan dan minuman yang kita santap setiap harinya sehingga menyulitkan proses detoksifikasi melalui usus besar.

Sering terjadi nya sembelit atau konstipasi yaitu susah buang air besar

Penulis : Abu Qoyyim Ibnu Raba