HANYA SATU PILIHAN

oleh

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (QS.Az Zariyat [51]:56)

Makan enak, tidur nyenyak, lalu beranak pinak. Kalau melulu itu yang ada di pikiran kita, maka apalah bedanya kita dengan kucing, kambing atau anjing. Jika saat makan misalnya,hanya lezatnya lauk atau kenyangnya perut yang terlintas, setali tiga uanglah kita dengan si kaki empat itu.

Atau kala kita berniaga. Apakah hanya seputar mekanisme pasar dan untung besar yang memenuhi benak kita. Kalau soal itu, orang kafir juga bisa bahkan lebih piawai.

 Jadi, agar kita tak dinilai Allah Swt sederajat dengan hewan dan orang tak beriman itu, maka segala aktifitas hidup kita haruslah bernilai ibadah. Sebagaimana sering dipesankan Kholifah kita, Ust. Abdul Qodir Hasan Baraja dalam banyak kesempatan taushiyah, yaitu dengan cara mempraktekkan ajaran Islam dalam setiap pekerjaan kita.

Pemahaman ini beliau rangkum dalam sebuah pengertian, bahwa nilai ibadah dalam amal yaitu melaksanakan tuntunan (syari’at Islam)  berdasarkan ilmu karena dorongan iman.

Dorongan iman! Ini yang harus digarisbawahi tebal-tebal. “Jangan sampai kita beramal untuk kepentingan semata. Karena setan selalu berusaha memisahkan antara iman dan amal saleh,” pesan Kholifah.

Maka kita harus selalu waspada . Luruskan niat sebelum beramal. Sertai dengan harapan meraih ridha Allah semata dan meraih pahalaNya. Setelah itu, prinsip penting selanjutnya adalah senantiasa menyelaraskan amal dengan tuntunan dari Rasulullah Saw. (ittibaussunnah).

Inilah makna dari sabda Rasulallah Saw. “innama  a’malu bin niat”, sesungguhnya setiap amal itu disertai niat.

 Walhasil, jika ingin  hidup kita selamat dan sukses, kita hanya punya satu pilihan: Hidup untuk ibadah!

Dan kesempurnaan  ibadah adalah membuktikan ketaatan kepada Allah, Rosul dan Ulil Amri minkum. Sebagaimana firman Allah  Swt dalam QS. An Nisa [4]:59 , “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri diantara kamu…”

Wallohu ‘alam bisshawab [Waode Nurmah]