JAGALAH HATI SUAMI

oleh

“Karena wanita yang shalihah adalah wanita yang taat beribadah kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada sebagaimana Allah telah menjaga dirinya…”

(QS.An-Nisa:34)

Jagalah hati, jangan kau sakiti. Jagalah hati lentera hidup ini…”. Melalui bait nasyid, ada seorang da’i yang sering mewanti-wanti supaya kita menjagai hati. Agar tak ternodai, terkotori atau tersakiti. Tentu saja bukan hanya hati sendiri, tetapi juga hati sesama kita.

Terlebih sebagai istri, hati suamilah yang paling harus ia jaga. Karena istri yang shalihah sadar sekali posisi suami dalam hidupnya. Ia adalah pemimpin dalam rumahtangganya sebagaimana Allah jelaskan dalam Al-Qur’an, “Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan)…” (QS An-Nisa:34). Juga dalam QS. Al-Baqarah:228, “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya.”

Seorang istri yang menjunjung tinggi ketaatan pada suami akan meraih balasan tak terperi, sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Wanita, apabila ia salat lima waktu, shaum sebulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat pada suaminya, maka masuklah ia ke pintu surga mana saja yang ia kehendaki.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Ath-Thabrani).

Subhanallah,  janji yang indah sekali. Wanita shalihah tentu akan sungguh-sungguh berupaya meraihnya.

Ada beberapa perkara yang penting dicermati istri untuk menjagai hati suami agar senantiasa meridhainya, diantaranya:

  1. Taat kepada Alloh, Rasulullah, dan ulil amrinya. Senantiasa menjaga kehormatan dan kesetiaan baik saat bersama suami ataupun tidak.
  2. Menutup aurat secara syar’i/ berpakaian taqwa (QS. An-Nur:31, Al-Ahzab:59).
  3. Tidak berdandan/berhias dan bertingkah laku seperti wanita jahiliah/kafir juga menjaga cara berbicara agar tidak membangkitkan nafsu lelaki (QS. Al-Ahzab:32-33).
  4. Senantiasa menjaga amanah dan harta suami. Rasulullah pernah ditanya, ‘Siapakah wanita yang paling baik?’Jawab Beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, menaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. An-Nasa’I dan Ahmad).
  5. Selalu bersyukur atas apa pun pemberian suami serta tidak mengkufuri sekecil apapun kebaikannya. Terdapat peringatan yang keras tentang hal ini. Dalam hadits disebutkan, “Telah aku saksikan kebanyakan ahli neraka ialah wanita.” Beliau ditanya, “Mengapa begitu ya Rasulallah?” Rasulullah menjawab: “Wanita mengkufurkan suaminya dan mengkufurkan ihsannya. Jika engkau berbuat baik kepadanya seberapa banyak pun, dia belum merasa puas hati dan cukup.” (HR Al-Bukhari).
  6. Menjaga pemenuhan kebutuhan biologis suami. Rasulullah Saw. mengingatkan melalui sabdanya, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak ajakan suaminya melainkan penduduk langit murka pada istri tersebut sampai suaminya ridha kepadanya.” (HR Muslim).

Semoga dengan menjagai beberapa perkara tadi, istri akan memperoleh ridha suami dan meraih surga di akhirat nanti. Rasulullah Saw bersabda, “Wanita yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya ridha (tidak marah) padanya, niscaya ia masuk surga.” (HR At-Tirmidzi). Wallohu’alam bis Shawab.

Wa Ode Nurmah