ISLAM MEMULIAKAN WANITA DAN MENJAGA HAK-HAK NYA

Kutatap wajah bunda, begitu tulus menyapa wajahku. Walau tubuh telah rapuh termakan usia namun senyum bunda tak pernah pupus pada siapapun. Mengalirkan rasa  sejuk sekaligus sesak dihati ini, yang ingin bisa selalu di sisinya menghabiskan waktu yang tersisa. Selalu begitu tiap bertatapan dengan bunda. Kukecup tangan, pipi serta kening beliau. Kudekap bunda yang terbaring tak berdaya, seakan tak ingin kulepas lagi. Wanita yang telah ditakdirkan untuk melahirkan dan membesarkanku. Wanita penyabar nan lembut yang menyayangiku  dengan caranya sendiri ini,  kelak akan menjadi pintu surgaku. Sungguh bunda adalah wanita mulia di kehidupanku. Tak heran betapa almarhum ayah begitu amat mencintai dan memuliakan bunda, setelah nenek yang melahirkan beliau. Dan bukankah Allah dan Rosul mengajarkan kita memuliakan wanita  ?

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berbuat baiklah pada para wanita. Karena wanita diciptakan dari tulang rusuk. Yang namanya tulang rusuk, bagian atasnya itu bengkok. Jika engkau mencoba untuk meluruskannya (dengan kasar), engkau akan mematahkannya. Jika engkau membiarkannya, tetap saja tulang tersebut bengkok. Berbuat baiklah pada para wanita.” (HR. Bukhari  dan Muslim ).

Islam memang sangat menghargai dan memuliakan wanita dengan menetapkan hukum-hukum syariat yang khusus bagi mereka, menjelaskan hak dan kewajiban wanita dalam Islam. Tujuannya tentu saja untuk menjaga dan melindungi kehormatan dan kemuliaan wanita itu sendiri.

Padahal, sebelum Islam datang, wanita begitu dianggap rendah bahkan tak berharga sama sekali ! Jangankan dimuliakan, dianggap sebagai manusia pun tidak.  Orang-orang Arab biasa mengubur anak-anak perempuan mereka hidup-hidup tanpa merasa bersalah dan berdosa sedikitpun…hanya karena mereka terlahir sebagai wanita ! Periksa QS. An Nahl : 58-59.

Namun, setelah Islam datang  wanita memiliki kedudukan yang agung, banyak tugas mulia yang disandarkan kepadanya. Allah menurunkan surat An Nisa dalam Al Quranul Karim dimana hukum-hukum yang berkaitan dengan wanita lebih banyak dicantumkan di dalam surat ini dibanding dalam surat-surat yang lain. Bagaimana Islam memuliakan wanita dan menjaga hak-haknya terdapat dalam Al Qur’anul Karim, diantaranya :

  1. Allah menyamakan kedudukan wanita dengan laki-laki dalam hal ketaatan. Wanita diperintah untuk mengerjakan ketaatan sebagaimana halnya lelaki dan akan mendapat pahala sesuai dengan usaha dan kesungguhan masing-masing. Sebagaimana Allah berfirman didalam Qur’an Surat Al Ahzab ayat 35.
  2. Kemudian Allah mewajibkan suami memberi mahar pada wanita, Sebagaimana Allah berfirman didalam Al Qur’an surat An-Nisa’ ayat 4.
  3. Perintah menggauli wanita dengan baik dan melarang menyakiti kaum wanita, sebagaimana Allah berfirman didalam Al Qur’an surat Al-Baqarah ayat 229.
  4. Wanita berhak mendapat warisan, sebagaimana Allah berfirman didalam Al Qur’an surat An-Nisa’ ayat 7.
  5. Melarang keras menuduh wanita muslimah yang suci, sebagaimana Allah berfirman didalam Al Qur’an surat An-Nur ayat ….
  6. Islam memerintahkan ummatnya agar memuliakan wanita sejak masih kecil hingga akhir hayat-nya. Islam menyuruh untuk memperhatikan dan mengurusinya dengan baik agar membaguskan pendidikannya hingga kelak menjadi wanita yang shalihah dan bisa menjaga diri. Bahkan, Allah menyiapkan pahala yang besar berupa surga bagi yang sabar dalam mengurusi anak perempuan. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang mempunyai tiga orang anak perempuan, dia melindungi, mencukupi, dan menyayanginya, maka wajib baginya surga.” Ada yang bertanya, “Bagaimana kalau dua orang anak wanita wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Dua anak wanita juga termasuk.” (HR.Bukhari).
  7. Ketika menjadi seorang istri, Islam  memberikan hak-hak yang agung bagi istri yang wajib dilaksanakan oleh seorang suami, sebagaimana suami juga memiliki hak-nya. sebagaimana Allah berfirman didalam Al Qur’an surat An-Nisa’ ayat 19.
  8. Ketika menjadi seorang ibu. Islam memerintahkan agar berbuat baik kepada ibu dengan sebaik-baiknya, mengagungkan dengan penuh kasih sayang , serta  mendo’akannya sebagaimana Allah berfirman didalam Al Qur’an surat Al-Isra’ ayat 23-24. Dan hadits Nabi SAW, “Ada seseorang datang menemui Nabi saw dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku selayaknya berbuat baik?’ Beliau menjawab, ‘Kepada ibumu!’ Orang tadi bertanya kembali, ‘Lalu kepada siapa lagi? Rasulullah menjawab, ‘Ibumu.’ Kemudian ia mengulangi pertanyaannya, dan Rasulullah tetap menjawab, ‘Kepada ibumu!’ Ia bertanya kembali, ‘Setelah itu kepada siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Kepada bapakmu!’” (HR.Bukhari dan Muslim).
  9. Sebagai bibi dan saudara perempuan, Islam menganjurkan untuk menyambung hubungan kepada bibi dan saudara perempuan dengan berbuat baik kepada mereka dan memperhatikan hak-hak mereka. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada ibu-ibu kalian, kepada ibu-ibu kalian, kepada ibu-ibu kalian kemudian kepada bapak-bapak kalian kemudian kepada yang paling dekat ” (HR. Bukhari dan  Ibnu Majah).

Rasulullah SAW bersabda,

السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَكَالْقَائِمِ لَا يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لَا يُفْطِرُ

“Orang yang mengusahakan bantuan bagi para janda dan orang-orang miskin seolah-olah dia adalah orang yang berjihad dijalan Allah.”—Rawi berkata: Dan aku mengira beliau juga berkata — “Dan seperti orang yang shalat tidak pernah lemah dan seperti orang yang puasa tidak pernah berbuka.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kasih sayang ibu memang tak pernah luntur terhadap anaknya. Ketika seorang ibu mencurahkan segenap kasih sayangnya kepada anak dan mengarahkannya ke jalan yang diridhai Allah, maka sang ibu diangkat derajatnya oleh Allah Swt. Semoga demikian dengan bunda. Dan jadikan ini sebagai nasehat bagi para wanita Muslimah untuk  kembali kepada kemuliaan wanita yang sebenarnya dengan taat kepada Allah, Rasul dan Ulil Amri. Aamiin. Wallahu a’lam.