SERAH TERIMA AMANAH MUDIR MADRASAH KHALIFAH ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ PPUI BEKASI

oleh -6.397 dilihat

Tongkat estafeta kepemimpinan Mudir Madrasah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq (MKABA) Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI) Bekasi resmi berpindah dari pengemban amanah yang lama, Ustadz Shafa Marwan kepada pengemban amanah yang baru ustadz Syahrul Muhammad Ja’far, Sabtu, 28 Muharram 1438 H (29/10/2016) di kantor Sekretariat Pondok PPUI Bekasi, Jl. Komplek Patal Pekayon Jaya Bekasi.

Acara serah terima ini didampingi langsung oleh Murobbi PPUI Bekasi Ustadz Suhendar Bin Amar yang disaksikan juga oleh para Mudarris dan staff Pondok.

Sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa ustadz Shafa Marwan akan berpindah tugas ke PPUI Taliwang di Sumbawa Barat untuk menggantikan posisi Murobbi Ustadz Zainuddin El-Yuro yang berpindahtugas ke PPUI Margodadi Bandar Lampung.

Untuk pengemban amanah Mudir Madrasah MKABA PPUI Bekasi yang baru telah terpilih sebelumnya berdasarkan hasil musyawarah tingkat pondok yang dilaksanakan pada Selasa, 24 Muharram 1438 H. (25/10/2016) sebagai pengganti posisi Mudir Madrasah MKABA yakni Ustadz Syahrul Muhammad Ja’far, yang sebelumnya yang bersangkutan mengemban amanah sebagai staf pondok bagian kesehatan.

Dalam acara sertinah tersebut ustadz Shafa Marwan menyampaikan pesan dan permohonan maaf kepada para guru dan staf pondok, jika selama kebersamaan dalam mengelola pendidikan ada salah dan khilaf yang dilakukannya.

Pada kesempatan sebelumnya Sabtu, 28 Muharram 1438 ustadz Shafa Marwan telah menyampaikan tausiyah perpisahan di hadapan para santri dalam suasana resmi apel pagi. Inti dari tausiyahnya adalah ia menyampaikan tentang fasilitas yang dikaruniakan Alloh Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia dalam menuntut ilmu berupa penglihatan, pendengaran,dan hati. Ketiga fasilitas anugerah Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang termaktub dalam Al-Qur`an Surat An Nahl ayat 78 oleh kebanyakan manusia tidak dimanfaatkan dengan maksimal sehingga menyebabkan jatuhnya derajat manusia seperti hewan ternak bahkan lebih sesat sebagaimana disebutkan dalam Al Qur`an Surat Al A`rof ayat 179.

وَٱللَّهُ أَخۡرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ شَيۡ‍ٔٗا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفۡ‍ِٔدَةَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ٧٨

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur

وَلَقَدۡ ذَرَأۡنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِۖ لَهُمۡ قُلُوبٞ لَّا يَفۡقَهُونَ بِهَا وَلَهُمۡ أَعۡيُنٞ لَّا يُبۡصِرُونَ بِهَا وَلَهُمۡ ءَاذَانٞ لَّا يَسۡمَعُونَ بِهَآۚ أُوْلَٰٓئِكَ كَٱلۡأَنۡعَٰمِ بَلۡ هُمۡ أَضَلُّۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡغَٰفِلُونَ ١٧٩

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Diakhir taushiyahnya, ia mengajak seluruh peserta apel pagi agar senantiasa bersemangat dalam menuntut ilmu dengan mangoptimalkan pendengaran, penglihatan, dan hati.

Laporan : Muhammad Firdaus & Syarif Iswandi